FF [Ficlet] SHINee : Home
Minho kira ‘rumah’ itu adalah tempat orang-orang secara otomatis melangkahkan kakinya menuju kesana saat berpikir untuk ‘pulang’, dan dia telah menemukan ‘rumah’nya sekarang setelah 3 tahun terakhir ini.
‘Rumah’nya bukan jenis bangunan super mewah kelas hotel bintang lima atau apa, tapi hanya sebuah apartment sederhana yang letaknya agak tersembunyi dari jalan besar utama Seoul. Minho melangkahkan kakinya tanpa berpikir, melewati sekelompok anak-anak yang bermain bola di jalan yang tidak bisa dibilang lebar, seorang ahjumma sedang membuka toko roti favoritnya, dan begitu melihat sosok pria berbadan jangkung itu, Kim Ahjumma langsung menyapanya dengan sangat ramah dan hangat, Minho membungkukkan badannya sedikit sambil tersenyum sebagai balasan. Semacam sopan santun otomatisnya kepada orang yang lebih tua.
Dua belokan lagi, lalu ia bisa meluruskan kakinya dan bersembunyi di dalam selimut, diatas sofa putih gadingnya yang sudah agak melesak, terlalu sering diduduki, bersembunyi dengan nyaman di udara musim dingin yang menggigil ini.
Minho membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu (karena pintunya memang jarang sekali dikunci), ia melangkah masuk dan langsung bergerak menuju sofa hangatnya, menyelipkan diri di tengah-tengah Jonghyun dan Taemin yang sedang terlibat dalam permainan game playstation yang seru.
Begitu melihatnya pulang, Onew melambai-lambaikan ayam gorengnya dengan senyum super bahagianya, Minho hanya membalasnya dengan cengiran geli di wajah tampannya.
“Hyung, kau sudah pulang? Apa kau sudah makan? Key Hyung masak ayam goreng banyak sekali, sampai aku sesak melihat Jinki Hyung memakannya seperti orang kerasukan. Cepatlah Hyung, sebelum mereka semua lenyap melarikan diri menuju perut Jinki Hyung!”
Minho mengacak rambut blonde milik Taemin sambil terkekeh, “tadi aku sudah makan di tempat kerja, Tae..” kata Minho yang langsung disambut ocehan dari Jonghyun.
“Minho, kau ini seperti anak kecil saja, ini sempit tahu, sana kau menghalangiku! “ Minho malah semakin menyamankan diri duduk di antara mereka, bermaksud menggoda Jonghyun dengan cara yang kekanakkan. “Ya! Choi Minho, kalau kau tidak segera menggeser tubuh bongsormu yang brengsek itu aku akan..” sebelum Minho berhasil menghentikan tawanya melihat wajah kesal Jjong, pria bertubuh paling pendek dari mereka semua itu beralih mengomeli Taemin, “Lee Taemin!! Awas ya kalau kau sampai membawa bolanya ke depan gawangmu, awas saja! Susu pisangmu dalam kulkas ada di dalam bahaya..”
“Jjong Hyung, jangan melibatkan susu pisangku!” gerutu Taemin sambil cemberut, terus berkonsentrasi memainkan jemarinya di stik PS.
“Choi Minho, cepat ganti baju sana, ganti baju yang lebih nyaman, dan taruh sepatu mu di tempat yang benar, kau ini tidak memberikan contoh yang baik pada Taemin, sebagai Hyungnya seharusnya kau ini…” Key yang masih memakai celemek berjalan ke ruang tamu kecil mereka dengan tampang cemberutnya yang biasa, mengomentari Minho, dan perdebatan kekanakkan JJongTae, juga Onew yang tak hentinya mengambil ayam goreng di meja makan, juga ruang tamu mereka yang lebih parah dari kapal yang habis menabrak gunung es itu, juga…….semuanya.
“Baiklah, baiklah Key, aku akan ganti baju..” Akhirnya Minho menyerah, tidak mau mendengar omelan panjang lebar Key, bukannya Minho tidak menyukai ocehan ribut dari mereka semua, malahan Minho amat menyukainya, ia merasa hatinya jadi ramai dan hangat, dan rasanya memang nyaman seperti di ‘rumah’, ia senang merasa dianggap ada.
Mereka semua bukan keluarga kandung (kalian pasti sudah mengira dari nama keluarga mereka yang berbeda-beda), tapi mereka seperti benar-benar seperti keluarga yang nyata, lebih seperti kakak-adik yang begitu dekat, dan saling mengisi, mungkin karena nasib yang sama, dan juga mungkin karena takdir yang mempertemukan mereka.
N.B : entah ada angin apa saya ngubek-ngubek dokumen kokom lalu nemu catetan nista ini.. semoga yang baca nggak belekan dan sakit mata :v haha ini tulisan lawas soalnya, liat aja taemin masih polos (?) emang sekarang udah enggak? yaaa sekarang semakin hottie :v



Comments
Post a Comment