FF Taemin’s Tears (bukan angst) /2Min/Oneshoot



Tittle                : Taemin’s Tears (bukan angst) /2Min/Oneshoot
Author            : Flo
Note                : Walaupun judulnya begitu, tapi ini bukan angst, nggak tahu kenapa saya nggak bisa bikin angst buahahaha, terus jadilah ff ini, cerita real tentang WGMnya Taemin udah banyak, dan saya sudah baca beberapa, bagus2, dan yg paling penting mereka angst, nyeseknya dapet, tapi saya malah bikin yang begini, terlalu ringan (?) Entahlah, pikiran saya nggak bisa semenarik mereka, haha.   

Minho POV
            Taemin adalah satu-satunya orang yang masih bisa tersenyum saat anniversary kami yang ke-5, juga saat kami menang pertama kali untuk lagu Julliette, Key dan Jonghyun Hyung meneteskan air mata paling banyak, Onew Hyung juga, sementara aku hanya bisa mengunci mulutku rapat-rapat dan berdiri mematung disana, perasaan bahagia dan haru begitu melingkupiku dan aku berusaha untuk menahan tangisku sendiri, menyumbunyikannya dari semua orang, sementara magnae kami, Taeminku ini, ia masih bisa tersenyum dengan berani, mengambil alih posisi Onew Hyung lalu memberikan pidato kemenangan kami.
            Bahkan masa-masa dulu, sewaktu ia dibully dan diganggu oleh anak-anak lain disekolahnya karena ia sudah menjadi selebritis di usia yang begitu muda, senyumnya masih saja mengembang dengan sempurna saat kami mencoba menghiburnya di dorm.
            Ia jarang sekali menangis di depan member SHINEE yang lain, apalagi di depan fans-fans kami, aku tidak ingin membuat mereka sedih, Minho Hyung, aku tidak ingin orang lain repot apalagi mengkhawatirkan aku, begitu jawabnya saat aku bertanya kenapa ia jarang sekali mengekspresikan perasaannya yang sebenarnya.
            Tetapi kali ini Taemin menangis, dengan mata kepalaku sendiri, aku melihat Taeminku menangis lagi setelah sekian lama, aku masih ingat, tangisannya saat itu karena ia begitu merindukan orangtuanya dan juga Hyungnya, kedua mata dan pipi halusnya itu basah, ia menunduk, masih saja menyembunyikan wajah sedihnya itu dari pria bodoh seperti aku ini, dari pria bodoh yang mencintainya selama 5 tahun.
            “Minho Hyung kenapa? Ada apa sebenarnya?” kedua mata beningnya yang sekarang tergenang air mata itu menatapku dengan sendu, membuat aku otomatis mendekatinya seperti magnet, aku merangkul bahunya dengan pelan, tapi ia menepisnya.
            “Bukannya aku yang seharusnya bertanya begitu padamu? Kenapa kau menangis, hmm?”Aku hanya duduk disampingnya, tidak berani menyentuhnya apalagi memeluknya lagi walaupun aku sangat ingin, melihat Taemin yang seperti ini membuat hatiku sakit.
            “Aku baik-baik saja, aku tetap disini menunggu Hyung pulang setiap malam, akhir-akhir ini Hyung pasti pulang paling larut dari semuanya, padahal drama sialan itu sudah berakhir, dan kita sama-sama sibuk, jadwalku semakin padat dan aku jadi jarang melihat Minho Hyung, tapi kenapa kau seakan menghindariku begini?”
            “Padahal waktu kita untuk bersama sedikit sekali..” katanya lagi, raut wajah lelah Taemin dan lingkaran hitam dibawah matanya tampak sangat jelas. Aku memberanikan diri menyentuh pipinya dengan lembut, Taemin tidak mengelak lagi lalu memejamkan matanya sejenak.
            “Maaf,” gumamku “kau pasti lelah, istirahatlah Tae..” aku menangkup kepalanya lalu mengecup puncak kepalanya.
            “Aku sama sekali tidak mengantuk, jadi duduklah disini dulu!” Taemin menarik tanganku untuk duduk disampingnya kemudian ia menyandarkan kepalanya ke pundakku, seakan berbagi beban pikirannya juga.
            “Kau belum menjawab pertanyaanku, Hyung!”
            Aku menghela napas dalam-dalam, aku menggenggam tangannya, mengumpulkan keberanian untuk membuka suara.
            “Taemin.. a..aku.. bukan bermaksud untuk mengindarimu atau apa, saat melihatmu saat bersama dengan Naeun, entah kenapa aku merasa marah, bukan pada kau dan ataupun juga pada Naeun, aku hanya marah kepada diriku, yang masih saja cemburu, padahal aku tahu kalau kau dan dia hanya bekerja..”
            “Hyung..”
            “Mianhae, aku tahu aku memang egois, tak seharusnya aku begini, padahal waktu itu.. waktu aku harus beradegan mesra dengan Sulli… Kau.. Argh. Aku memang jahat”
Minho POV end.
Author POV
            Taemin menggapai leher Minho, lalu memeluk namja jangkung itu dengan erat, meletakkan semua isi hatinya kepada Minho , bahwa ia tidak marah, walaupun hatinya saat itu juga sangat sakit. Air matanya berhenti mengalir, senyuman manis itu kembali tergambar diwajahnya yang kekanakan.
            “Bukankah ini bagus? Kau kan jadi tahu perasaanku seperti apa waktu itu..” Taemin terkekeh pelan.
            “Hei.. Hei.. Baiklah kalau bagitu kita impas, tapi awas saja kalau kau menyerahkan bibir ini pada Naeun, wah aku akan marah besar..” Minho melepas pelukan mereka, lalu memainkan pipi Taemin, membuat bibirnya mengerucut lucu.
            “Huuuung, hengkikaaaan. Hau pikir ahu anak kecil apa? Yaaa!” (Hyung, Hentikan. Kau pikir aku anak kecil apa? Yaa!). Minho menghentikan perbuatannya itu, lalu tergelak.
            “Kalau kau jahat padaku, aku akan mencium Naeun,” kata Taemin sambil melirik Minho, namja bermata belo di depannya makin membulatkan matanya, “Freunch Kisseu” Taemin tersenyum amat lebar menikmati saat-saat Minho meledak akan cemburu.
            “Mworago?! Freunch Kiss katamu, Lee Taemin-ssi?”
            “Eung!”
            “Kau mau kuhabisi, ya?” Minho menarik leher Taemin dengan kuat lalu melahap bibir Taemin, kemudian mereka melakukan adegan-adegan yang hanya bisa ditonton orang dewasa berumur 31 tahun keatas, disiarkan saat lewat tengah malam, ditonton dengan penutup mata dan penyumbat telinga.
END
Jangan mikir macem-macem hayooooo.. Jam segitu palingan drama pembunuhan di Trans 7 LOL!

Comments

Popular Posts