Puisi



Runtuh
Langit akhirnya runtuh
Menimpa kepalaku
Juga ingatan-ingatan tentangmu
Biarkan saja hancur jadi abu
Tertiup oleh angin menuju ke hulu
Dihapus hujan, membawa mereka semua ke laut
Hanyut, lalu lenyap
                   
Tentang Hari Esok
Hari itu hujan
Rintik gerimis menuruni jendela
Seringaimu masih hinggap dalam ingatanku
Bibirmu bergerak, berbisik kepada angin
Menyuruhku menghapus sungai kecil dipipi
Kulihat engkau menggapai tanganku yang beku
Lalu kau memejamkan mata
Mencumbui harapan aku akan kau
Tentang hari esok
Satu pekan lagi
Satu purnama lagi
Hari dimana aku terbiasa
Hanya hidup dalam bayanganmu

Petang
Aku hanyalah senja
Yang menghabiskan  pagiku dengan mengais angan
Mencari impianku disudut-sudut kota dungu
Menertawai para pemuda kaya nan serakah
Mengigiti baju merah dan mewah itu

Aku hanyalah jingga, dan aroma petang
Yang menggarisi langit sore dengan redupku
Sendiri
Menunggu langit memekat
Lalu menelanku bulat-bulat

Comments

Popular Posts