FF SHINee : Warrior of SHINee World Chapter 1 / Fantasy
Tittle : Warrior
of SHINee World / Chapter 1
Author : Flo
Cast : Member SHINee, beberapa cameo akan nyempil
Genre : Fantasy, yaoi
Maaf abal, Happy Reading!!
Taemin
Hal yang pertama kali Taemin sadari saat ini adalah fakta bahwa Ibunya sedang membuatkan susu pisang hangat di gelas bermotif kodok kesayangannya, padahal ia yakin, Eommanya sudah lama meninggal, sejak ia berumur 5 tahun. Setidaknya Taemin mengetahuinya dari Appa-nya begitu.
Ibunya memakai celemek Pink-nya yang bermotif bunga kecil-kecil, ia sedang berdiri membelakanginya, aroma dapur khas rumahnya memasuki penciumannya, dapur rumahnya selalu berbau kacang panggang, membuat ia lapar setiap ia memasuki ruangan ini. Disudut ruangan berjajar rak-rak kayu rendah berisi piring keramik koleksi Ibunya. Sama seperti dulu. Tak ada yang berubah.
Taemin masih setia menunggu Ibunya selesai, tak beberapa lama kemudian, Ibunya berbalik, dan memperlihatkan tatapan teduh dan senyum menawan penuh keanggunan, lebih cantik dari ingatan samar Taemin sewaktu kecil. Rambut almond Ibunya (seperti rambut milik-nya) terurai dengan rapi. Wajah Taemin seperti jiplakan langsung dari ibunya, semuanya sama, dari rambutnya yang halus, kulit putih susunya yang seperti porselen, dan mata mereka, coklat gelap, menenangkan siapa saja yang melihatnya. Hanya saja, Taemin adalah laki-laki,yah, laki-laki yang amat cantik.
Ibunya masih tidak berkata apa-apa, ia hanya diam sambil mengelus rambut Taemin dengan sayang, ia sangat rindu sentuhan hangat dari Ibunya seperti ini, rasanya tak bisa dipercaya, kalau Ibunya ‘kembali’. Ia menyesap susu pisangnya sedikit-sedikit.
“Eomma, aku sangat merindukanmu..” Taemin memeluk Ibunya dengan erat, tak peduli bahwa umurnya bukan 5 tahun lagi, tapi 17 tahun. Ia yakin bahwa hari ini ulangtahunnya, entah darimana.
“Eomma juga merindukanmu sayang..” balas Ibunya, senyumannya yang cantik seperti dewi tak pernah lepas dari bibir mungilnya.
“Jangan pergi lagi..”
Kali ini Ibunya tak membalas ucapannya, ia merengkuh wajah Taemin, membuat pandangan mata mereka yang identik bertemu, Ibunya mengelus pipinya dengan lembut.
“Eomma disini, karena rindu padamu, dan kau akan mendapatkan hak yang istimewa di usiamu yang ke17 ini, Eomma rasa, eomma harus mendampingimu, sampai kekuatanmu stabil. Omong-omong Taemin-ku.. Happy Birthday..” Ibunya mengecup pipinya.
“Hak? Kekuatan? Maksud Eomma apa?” tanya Taemin dengan bingung. Ia mengerutkan dahinya, menatap Eommanya meminta penjelasan yang lebih.
“Ketika kau bangun kau akan tahu..” Wanita cantik itu, menepuk pipi Taemin lagi. Lalu semuanya hitam..
Seakan berganti channel seperti di TV. Taemin merasakan sakit yang luar biasa di lengan kanannya, rasanya seperti habis terbakar, perih, sampai-sampai Taemin tidak akan heran kalau ada asap yang menguar dari lengannya yang tertutup kaos lengan panjangnya. Tapi alih-alih asap, ia malah menemukan sebuah tato, ia juga tak begitu yakin, garis-garisnya saling meliuk lalu menyatu pada satu sudut, seperti gambar… api. Ia menyentuhnya, tato itu rasanya timbul, tidak rata dengan kulit di tangannya. Seperti ada yang mencapnya dengan besi panas waktu ia tidur semalam.
Berusaha mengabaikan tato barunya yang muncul tiba-tiba, ia bangkit dari tempat tidur, kemudian ia teringat ibunya lagi. Apa yang Ibunya maksud dengan haknya? Lalu kekuatan itu..? Firasatnya mengatakan ini akan menjadi hal yang menarik, mengingat ini kali pertamanya Ibunya datang kedalam mimpinya setelah 12 tahun terakhir, tato mendadaknya yang cukup keren, kecuali rasa sakit di lengannya yang sekarang berdenyut-denyut mengerikan.
==============================================
Taemin memakai seragam sekolahnya sambil setengah melamun, sekolah dimulai masih setengah jam lagi, jadi ia tak perlu buru-buru. Ia menyingkirkan korden hijaunya, berniat untuk membuka jendela kamarnya, tapi sewaktu Taemin menyentuh korden itu, tiba-tiba benda itu hangus, mencetak genggaman tangannya, seperti sundutan rokok di kain. Taemin bisa mencium bau hangus habis terbakar dari kain malang itu. Dengan panik, namja cantik itu mengibaskan kordennya, berniat menyingkirkan baunya, tapi dalam sekejap api berwarna biru terang merambat dari tangannya sampai ke ujung atas jendela kamarnya, hampir sampai ke kusen jendela.
Taemin mengumpat keras, kemudian berlari menuju kamar mandi, mengambil segayung air lalu mengguyurnya ke jendelanya yang hampir terbakar seluruhnya. Apinya telah padam. Terengah sedikit, masih terkejut dengan kejadian barusan. Jadi, maksud Ibunya dengan kekuatan, maksudnya ini? Ia membuka telapak tangannya, lalu berteriak “API!” tapi tidak ada apa-apa sama sekali. Untuk yang kedua kalinya Ibunya benar, ‘api-nya’ belum stabil.
Manik matanya mengarah kepada sisa-sisa perbuatannya tadi, dinding disekelilingnya yang tadinya berwarna hijau lembut, sekarang menghitam, kordennya compang-camping tak jelas, lalu kusen jendelanya bahkan hampir patah. Taemin merasa hatinya mencelos, padahal itu korden kesayangannya. Pikirannya melayang kemana-mana lagi, seingatnya ini bukan api pertamanya, lewat ingatan samarnya, ia bisa mengingat ia pernah secara tidak sengaja hampir saja membakar sekolahnya sewaktu SD, saat ada temannya yang mengejeknya karena ia sudah tak punya Ibu, amarah menguasai dirinya, lalu tiba-tiba saja dirinya di penuhi oleh api, temannya itu terkejut setengah mati melihat Taemin membiru dalma kobaran api, sementara api menjalar dengan cepat. Untung ia berhasil menenangkan dirinya segera, memadamkan apinya, lalu memanggil gurunya sambil menarik temannya itu. Kebakaran kecil itu dianggap sebagai kecelakaan kecil, dan tak ada yang memikirkannya secara mendalam, kecuali temannya yang bernama Jodie itu. Sampai sekarang ia tak mau ditegur oleh Taemin dan namja cantik itu sama sekali tak keberatan.
===============================================
Key
“TAEMIIIN-ku.. Happy Birthday..” Key meneriaki Taemin dengan volume yang cukup keras ketika rambut almond-nya menyembul di jendela kelas Taemin. Ia lalu menghampiri Taemin dan memeluknya dengan erat, menggoyang-goyangkan tubuh Taemin yang kalah tinggi darinya ke kiri dan ke kanan. Rupanya namja manis itu menunggu Taeminnya di kelasnya.
“Gomawo Key Hyung “ kata Taemin sambil tersenyum, menggosok iganya yang terasa tertekan dalam sesi pelukan ekstrim mereka tadi. Key menyodorkan kado berwarna baby pink berhiaskan pita besar diatasnya, yang Taemin yakin isinya syal rajutan Key sendiri. Dan berharap warnanya berbeda tahun ini. Lalu ia langsung membukanya, ternyata benar, syal rajutan berbulu hangat yang cantik, tapi warnanya tak pernah berubah setiap tahun. Pink. Sepertinya ia harus jujur kalau ia menginginkan warna lain juga, merah misalnya?
“Sama-sama sayangku. Ayo kita kekantin, aku sudah membuat sup rumput laut untukmu..” Key menggandeng lengan kanan Taemin sambil jalan mendahuluinya, tapi tiba-tiba ia berhenti. Key berbalik, Taemin menatapnya dengan pandangan horror.
‘Ukh, ya ampun! Pasti Key Hyung menyadari tato-ku.. Aku harus bilang apa padanya?’ pikir Taemin, ia menundukkan kepalanya, tak berani memandang Hyung-nya yang sekarang menatapnya intens.
Lalu hal paling mengherankan terjadi, tiba-tiba saja namja berambut light-green itu tertawa dan menepuk-nepukkan tangannya, tersenyum gembira, lalu ia memegang kedua sisi wajah lembut Taemin yang sedang menatapnya dengan penuh kebingungan.
“Astaga.. Kenapa aku bisa lupa kalau tahun ini kau akil balig?!” ujar Key, lebih kepada dirinya sendiri. Key masih saja memancarkan wajah gembiranya yang begitu menyilaukan, agak tak semanusiawi biasanya. “Chukkae Taeminnie.. Akhirnya kau mendapatkan ‘api-mu’ kembali..” Lalu kedua tangannya melingkari pinggang ramping Taemin.
“Tu..tunggu Hyung! Bagaimana kau tahu tentang a..api-ku?!!” Taemin membelalakan matanya, melepaskan pelukan mereka, lalu menatap Key dengan mata membola lucu. Key jadi semakin gemas melihatnya.
“Kau tahu, kadang aku merasa kau tak pantas dengan pola api ini. Kau terlalu tenang dan terlalu menggemaskan untuk kekuatan semengerikan itu. Tapi ini kan anugrah, jadi tak bisa diingkari lagi..” ujar Key menggerutu kecil.
“Hyuuuung~” Taemin mulai sebal karena Hyungnya ini masih belum mau menjawab pertanyaannya. Ia yakin masih banyak yang disembunyikan dari pria yang menggandeng tangannya saat ini.
“Arrayo.. pasti aku jelaskan nanti, sekarang kita makan dulu. Aku lapar..”
====
Taemin menatap Key sambil menopangkan dagunya sebal. Sudah sepuluh menit dan Key masih sibuk dengan pesanan makanan di mejanya. Taemin hanya mengaduk-aduk sup rumput laut yang dibawakan Key tadi dengan muram.
Key makan dengan terburu-buru tapi dengan kadar keanggunan yang diluar batas normal, ia tersenyum lagi, dan menyesap jus jeruk dimejanya sebagai penutup.
“Baiklah Taemin, aku siap dengan pertanyaan-mu.. Semuanya akan kujawab sebisaku..”
“Oke, akan kuulangi lagi, darimana kau tahu tentang api-ku?” Taemin menanyakan pertanyaan awal yang tak terjawab tadi, jujur ia tak bisa marah terlalu lama dengan orang didepannya ini.
“Tentu aku tahu, bahkan aku lebih tahu tentang hidupmu daripada dirimu sendiri,” Taemin meringis mendengarnya “ karena aku adalah penjagamu, sekaligus teman seperjuanganmu nanti untuk melawan Theodoric, Sang Kegelapan dan abdi setianya, Yunho”
“Theo.. apa tadi? Ah sudahlah, kenapa kita harus melawan dia, Hyung?”
“Theodoric, Taemin. Dulu Yunho adalah pahlawan semua orang, ia seolah seorang pelita didalam kehidupan seluruh umat manusia, ia yang menjaga keseimbangan di SHINee World, antara 5 elemen satu dengan yang lain. Tapi semuanya berubah saat ia menyebrang kedunia kegelapan, ia tergiur oleh tawaran Theodoric. Dunia tidak seimbang lagi, karena kita saling berusaha menghancurkan satu sama lain, berusaha mencuri kekuatan satu sama lain, sementara manusia biasa hidup dalam ketenangan, kita, manusia istimewa yang terpilih, satu-satunya yang bisa melawannya, asalkan kita bersatu.”
“Wow..” Taemin tidak tahu harus bilang apa, mendadak perutnya terasa melilit, beberapa jam yang lalu ia baru saja berumur 17 tahun, memimpikan Ibunya, menghanguskan korden favoritnya, dan sekarang mendengar misi gila dari Hyung kesayangannya bahwa mereka harus bersatu menyelamatkan dunia.
“Hei tunggu.. kenapa ada 5 elemen? Kan seharusnya 4?” tiba-tiba saja pikiran itu terlintas dibenaknya, menyelip begitu saja.
“Menurutmu?,” Key memandang Taemin dengan geli, coba sebutkan apa saja elemen alam yang kau tahu Taeby..”
“Api..”, ia menunjuk dirinya sendiri, “lalu air, tanah, angin, dan satu lagi apa?”
“Kau lupa satu hal lagi,” Key mengedipkan sebelah matanya, lalu membuka tangannya, menampakkan petir mini berwarna silver, saling menyambar dari tangannya..”
“Petir..” Taemin memandang Hyung-nya dengan takjub. “Ya, dan sepertinya aku menjadi Pejuang Petir yang masih tersisa, satu-satunya di dunia ini..” Key menyeringai, (entah kenapa dalam keadaan apapun Key masih saja terlihat begitu anggun), guratan kesedihan tamapk sesaat terbit diwajahnya. Tapi hanya sekilas, lalu ia menampilkan senyum gembira ala diva-nya lagi, seperti biasa.
“Omong-omong Taemin, aku baru menemukan 2 Pejuang, kau dan aku,” ia mengarahkan telunjuknya kea rah Taemin dan dirinya sendiri. “PR kita masih banyak, 3 pejuang lagi, harus cepat karena SHINee World dalam keadaan bahaya, ditambah Yunho berada dipihak mereka sekarang.”
“3 pejuang? Jadi masih ada yang lainnya Hyung?”
“Ne.. Masing-masing memiliki keahlian dielemen masing-masing, biasanya keturunan dari orangtua mereka, dan mereka tentu saja berbakat. Mereka itu Pejuang yang Terpilih.”
“Darimana kau mengetahui semua itu Hyung? KAu kan hanya beda 2 tahun dariku..”
“Semuanya ada didalam ramalan baby-ku.. Sang Peramal yang mendapatkan ilham dari Sang Pencipta langsung..”
Taemin menundukkan kepalanya, rasanya ada 10 kg bata yang harus dipikul dipundak kurusnya.
Lalu Key memeluk Taemin lagi, seakan berbagi keresahan, “Maaf, padahal ini hari ulangtahunmu. Maakan aku, padahal kurasa kau masih terlalu muda untuk menanggung beban seberat ini..”
Taemin mengusap punggung Hyungnya itu , mencoba menenangkannya. “Gwaenchana Hyung, karena ini adalah takdir kita,,” kata Taemin “dan kurasa tak akan jadi masalah selama kita menanggungnya bersama”
“AAAA.. Taeminku sudah dewasa sekarang..” teriak Key, kembali ke dirinya seperti semula. “Kajja~! Aku akan membelikanmu susu pisang yang banyak” ujarnya riang.
“Hyung!! Jauhkan tangan setrum-mu itu dari pantatku!” teriak Taemin saat Key dengan jahil menepuk pantat baby-nya itu dengan sedikit aliran petir mini-nya.
Key tergelak puas sementara Taemin berusaha mengeluarkan gumpalan kecil api birunya untuk membalas Hyungnya itu.
TBC
Cast : Member SHINee, beberapa cameo akan nyempil
Genre : Fantasy, yaoi
Maaf abal, Happy Reading!!
Taemin
Hal yang pertama kali Taemin sadari saat ini adalah fakta bahwa Ibunya sedang membuatkan susu pisang hangat di gelas bermotif kodok kesayangannya, padahal ia yakin, Eommanya sudah lama meninggal, sejak ia berumur 5 tahun. Setidaknya Taemin mengetahuinya dari Appa-nya begitu.
Ibunya memakai celemek Pink-nya yang bermotif bunga kecil-kecil, ia sedang berdiri membelakanginya, aroma dapur khas rumahnya memasuki penciumannya, dapur rumahnya selalu berbau kacang panggang, membuat ia lapar setiap ia memasuki ruangan ini. Disudut ruangan berjajar rak-rak kayu rendah berisi piring keramik koleksi Ibunya. Sama seperti dulu. Tak ada yang berubah.
Taemin masih setia menunggu Ibunya selesai, tak beberapa lama kemudian, Ibunya berbalik, dan memperlihatkan tatapan teduh dan senyum menawan penuh keanggunan, lebih cantik dari ingatan samar Taemin sewaktu kecil. Rambut almond Ibunya (seperti rambut milik-nya) terurai dengan rapi. Wajah Taemin seperti jiplakan langsung dari ibunya, semuanya sama, dari rambutnya yang halus, kulit putih susunya yang seperti porselen, dan mata mereka, coklat gelap, menenangkan siapa saja yang melihatnya. Hanya saja, Taemin adalah laki-laki,yah, laki-laki yang amat cantik.
Ibunya masih tidak berkata apa-apa, ia hanya diam sambil mengelus rambut Taemin dengan sayang, ia sangat rindu sentuhan hangat dari Ibunya seperti ini, rasanya tak bisa dipercaya, kalau Ibunya ‘kembali’. Ia menyesap susu pisangnya sedikit-sedikit.
“Eomma, aku sangat merindukanmu..” Taemin memeluk Ibunya dengan erat, tak peduli bahwa umurnya bukan 5 tahun lagi, tapi 17 tahun. Ia yakin bahwa hari ini ulangtahunnya, entah darimana.
“Eomma juga merindukanmu sayang..” balas Ibunya, senyumannya yang cantik seperti dewi tak pernah lepas dari bibir mungilnya.
“Jangan pergi lagi..”
Kali ini Ibunya tak membalas ucapannya, ia merengkuh wajah Taemin, membuat pandangan mata mereka yang identik bertemu, Ibunya mengelus pipinya dengan lembut.
“Eomma disini, karena rindu padamu, dan kau akan mendapatkan hak yang istimewa di usiamu yang ke17 ini, Eomma rasa, eomma harus mendampingimu, sampai kekuatanmu stabil. Omong-omong Taemin-ku.. Happy Birthday..” Ibunya mengecup pipinya.
“Hak? Kekuatan? Maksud Eomma apa?” tanya Taemin dengan bingung. Ia mengerutkan dahinya, menatap Eommanya meminta penjelasan yang lebih.
“Ketika kau bangun kau akan tahu..” Wanita cantik itu, menepuk pipi Taemin lagi. Lalu semuanya hitam..
Seakan berganti channel seperti di TV. Taemin merasakan sakit yang luar biasa di lengan kanannya, rasanya seperti habis terbakar, perih, sampai-sampai Taemin tidak akan heran kalau ada asap yang menguar dari lengannya yang tertutup kaos lengan panjangnya. Tapi alih-alih asap, ia malah menemukan sebuah tato, ia juga tak begitu yakin, garis-garisnya saling meliuk lalu menyatu pada satu sudut, seperti gambar… api. Ia menyentuhnya, tato itu rasanya timbul, tidak rata dengan kulit di tangannya. Seperti ada yang mencapnya dengan besi panas waktu ia tidur semalam.
Berusaha mengabaikan tato barunya yang muncul tiba-tiba, ia bangkit dari tempat tidur, kemudian ia teringat ibunya lagi. Apa yang Ibunya maksud dengan haknya? Lalu kekuatan itu..? Firasatnya mengatakan ini akan menjadi hal yang menarik, mengingat ini kali pertamanya Ibunya datang kedalam mimpinya setelah 12 tahun terakhir, tato mendadaknya yang cukup keren, kecuali rasa sakit di lengannya yang sekarang berdenyut-denyut mengerikan.
==============================================
Taemin memakai seragam sekolahnya sambil setengah melamun, sekolah dimulai masih setengah jam lagi, jadi ia tak perlu buru-buru. Ia menyingkirkan korden hijaunya, berniat untuk membuka jendela kamarnya, tapi sewaktu Taemin menyentuh korden itu, tiba-tiba benda itu hangus, mencetak genggaman tangannya, seperti sundutan rokok di kain. Taemin bisa mencium bau hangus habis terbakar dari kain malang itu. Dengan panik, namja cantik itu mengibaskan kordennya, berniat menyingkirkan baunya, tapi dalam sekejap api berwarna biru terang merambat dari tangannya sampai ke ujung atas jendela kamarnya, hampir sampai ke kusen jendela.
Taemin mengumpat keras, kemudian berlari menuju kamar mandi, mengambil segayung air lalu mengguyurnya ke jendelanya yang hampir terbakar seluruhnya. Apinya telah padam. Terengah sedikit, masih terkejut dengan kejadian barusan. Jadi, maksud Ibunya dengan kekuatan, maksudnya ini? Ia membuka telapak tangannya, lalu berteriak “API!” tapi tidak ada apa-apa sama sekali. Untuk yang kedua kalinya Ibunya benar, ‘api-nya’ belum stabil.
Manik matanya mengarah kepada sisa-sisa perbuatannya tadi, dinding disekelilingnya yang tadinya berwarna hijau lembut, sekarang menghitam, kordennya compang-camping tak jelas, lalu kusen jendelanya bahkan hampir patah. Taemin merasa hatinya mencelos, padahal itu korden kesayangannya. Pikirannya melayang kemana-mana lagi, seingatnya ini bukan api pertamanya, lewat ingatan samarnya, ia bisa mengingat ia pernah secara tidak sengaja hampir saja membakar sekolahnya sewaktu SD, saat ada temannya yang mengejeknya karena ia sudah tak punya Ibu, amarah menguasai dirinya, lalu tiba-tiba saja dirinya di penuhi oleh api, temannya itu terkejut setengah mati melihat Taemin membiru dalma kobaran api, sementara api menjalar dengan cepat. Untung ia berhasil menenangkan dirinya segera, memadamkan apinya, lalu memanggil gurunya sambil menarik temannya itu. Kebakaran kecil itu dianggap sebagai kecelakaan kecil, dan tak ada yang memikirkannya secara mendalam, kecuali temannya yang bernama Jodie itu. Sampai sekarang ia tak mau ditegur oleh Taemin dan namja cantik itu sama sekali tak keberatan.
===============================================
Key
“TAEMIIIN-ku.. Happy Birthday..” Key meneriaki Taemin dengan volume yang cukup keras ketika rambut almond-nya menyembul di jendela kelas Taemin. Ia lalu menghampiri Taemin dan memeluknya dengan erat, menggoyang-goyangkan tubuh Taemin yang kalah tinggi darinya ke kiri dan ke kanan. Rupanya namja manis itu menunggu Taeminnya di kelasnya.
“Gomawo Key Hyung “ kata Taemin sambil tersenyum, menggosok iganya yang terasa tertekan dalam sesi pelukan ekstrim mereka tadi. Key menyodorkan kado berwarna baby pink berhiaskan pita besar diatasnya, yang Taemin yakin isinya syal rajutan Key sendiri. Dan berharap warnanya berbeda tahun ini. Lalu ia langsung membukanya, ternyata benar, syal rajutan berbulu hangat yang cantik, tapi warnanya tak pernah berubah setiap tahun. Pink. Sepertinya ia harus jujur kalau ia menginginkan warna lain juga, merah misalnya?
“Sama-sama sayangku. Ayo kita kekantin, aku sudah membuat sup rumput laut untukmu..” Key menggandeng lengan kanan Taemin sambil jalan mendahuluinya, tapi tiba-tiba ia berhenti. Key berbalik, Taemin menatapnya dengan pandangan horror.
‘Ukh, ya ampun! Pasti Key Hyung menyadari tato-ku.. Aku harus bilang apa padanya?’ pikir Taemin, ia menundukkan kepalanya, tak berani memandang Hyung-nya yang sekarang menatapnya intens.
Lalu hal paling mengherankan terjadi, tiba-tiba saja namja berambut light-green itu tertawa dan menepuk-nepukkan tangannya, tersenyum gembira, lalu ia memegang kedua sisi wajah lembut Taemin yang sedang menatapnya dengan penuh kebingungan.
“Astaga.. Kenapa aku bisa lupa kalau tahun ini kau akil balig?!” ujar Key, lebih kepada dirinya sendiri. Key masih saja memancarkan wajah gembiranya yang begitu menyilaukan, agak tak semanusiawi biasanya. “Chukkae Taeminnie.. Akhirnya kau mendapatkan ‘api-mu’ kembali..” Lalu kedua tangannya melingkari pinggang ramping Taemin.
“Tu..tunggu Hyung! Bagaimana kau tahu tentang a..api-ku?!!” Taemin membelalakan matanya, melepaskan pelukan mereka, lalu menatap Key dengan mata membola lucu. Key jadi semakin gemas melihatnya.
“Kau tahu, kadang aku merasa kau tak pantas dengan pola api ini. Kau terlalu tenang dan terlalu menggemaskan untuk kekuatan semengerikan itu. Tapi ini kan anugrah, jadi tak bisa diingkari lagi..” ujar Key menggerutu kecil.
“Hyuuuung~” Taemin mulai sebal karena Hyungnya ini masih belum mau menjawab pertanyaannya. Ia yakin masih banyak yang disembunyikan dari pria yang menggandeng tangannya saat ini.
“Arrayo.. pasti aku jelaskan nanti, sekarang kita makan dulu. Aku lapar..”
====
Taemin menatap Key sambil menopangkan dagunya sebal. Sudah sepuluh menit dan Key masih sibuk dengan pesanan makanan di mejanya. Taemin hanya mengaduk-aduk sup rumput laut yang dibawakan Key tadi dengan muram.
Key makan dengan terburu-buru tapi dengan kadar keanggunan yang diluar batas normal, ia tersenyum lagi, dan menyesap jus jeruk dimejanya sebagai penutup.
“Baiklah Taemin, aku siap dengan pertanyaan-mu.. Semuanya akan kujawab sebisaku..”
“Oke, akan kuulangi lagi, darimana kau tahu tentang api-ku?” Taemin menanyakan pertanyaan awal yang tak terjawab tadi, jujur ia tak bisa marah terlalu lama dengan orang didepannya ini.
“Tentu aku tahu, bahkan aku lebih tahu tentang hidupmu daripada dirimu sendiri,” Taemin meringis mendengarnya “ karena aku adalah penjagamu, sekaligus teman seperjuanganmu nanti untuk melawan Theodoric, Sang Kegelapan dan abdi setianya, Yunho”
“Theo.. apa tadi? Ah sudahlah, kenapa kita harus melawan dia, Hyung?”
“Theodoric, Taemin. Dulu Yunho adalah pahlawan semua orang, ia seolah seorang pelita didalam kehidupan seluruh umat manusia, ia yang menjaga keseimbangan di SHINee World, antara 5 elemen satu dengan yang lain. Tapi semuanya berubah saat ia menyebrang kedunia kegelapan, ia tergiur oleh tawaran Theodoric. Dunia tidak seimbang lagi, karena kita saling berusaha menghancurkan satu sama lain, berusaha mencuri kekuatan satu sama lain, sementara manusia biasa hidup dalam ketenangan, kita, manusia istimewa yang terpilih, satu-satunya yang bisa melawannya, asalkan kita bersatu.”
“Wow..” Taemin tidak tahu harus bilang apa, mendadak perutnya terasa melilit, beberapa jam yang lalu ia baru saja berumur 17 tahun, memimpikan Ibunya, menghanguskan korden favoritnya, dan sekarang mendengar misi gila dari Hyung kesayangannya bahwa mereka harus bersatu menyelamatkan dunia.
“Hei tunggu.. kenapa ada 5 elemen? Kan seharusnya 4?” tiba-tiba saja pikiran itu terlintas dibenaknya, menyelip begitu saja.
“Menurutmu?,” Key memandang Taemin dengan geli, coba sebutkan apa saja elemen alam yang kau tahu Taeby..”
“Api..”, ia menunjuk dirinya sendiri, “lalu air, tanah, angin, dan satu lagi apa?”
“Kau lupa satu hal lagi,” Key mengedipkan sebelah matanya, lalu membuka tangannya, menampakkan petir mini berwarna silver, saling menyambar dari tangannya..”
“Petir..” Taemin memandang Hyung-nya dengan takjub. “Ya, dan sepertinya aku menjadi Pejuang Petir yang masih tersisa, satu-satunya di dunia ini..” Key menyeringai, (entah kenapa dalam keadaan apapun Key masih saja terlihat begitu anggun), guratan kesedihan tamapk sesaat terbit diwajahnya. Tapi hanya sekilas, lalu ia menampilkan senyum gembira ala diva-nya lagi, seperti biasa.
“Omong-omong Taemin, aku baru menemukan 2 Pejuang, kau dan aku,” ia mengarahkan telunjuknya kea rah Taemin dan dirinya sendiri. “PR kita masih banyak, 3 pejuang lagi, harus cepat karena SHINee World dalam keadaan bahaya, ditambah Yunho berada dipihak mereka sekarang.”
“3 pejuang? Jadi masih ada yang lainnya Hyung?”
“Ne.. Masing-masing memiliki keahlian dielemen masing-masing, biasanya keturunan dari orangtua mereka, dan mereka tentu saja berbakat. Mereka itu Pejuang yang Terpilih.”
“Darimana kau mengetahui semua itu Hyung? KAu kan hanya beda 2 tahun dariku..”
“Semuanya ada didalam ramalan baby-ku.. Sang Peramal yang mendapatkan ilham dari Sang Pencipta langsung..”
Taemin menundukkan kepalanya, rasanya ada 10 kg bata yang harus dipikul dipundak kurusnya.
Lalu Key memeluk Taemin lagi, seakan berbagi keresahan, “Maaf, padahal ini hari ulangtahunmu. Maakan aku, padahal kurasa kau masih terlalu muda untuk menanggung beban seberat ini..”
Taemin mengusap punggung Hyungnya itu , mencoba menenangkannya. “Gwaenchana Hyung, karena ini adalah takdir kita,,” kata Taemin “dan kurasa tak akan jadi masalah selama kita menanggungnya bersama”
“AAAA.. Taeminku sudah dewasa sekarang..” teriak Key, kembali ke dirinya seperti semula. “Kajja~! Aku akan membelikanmu susu pisang yang banyak” ujarnya riang.
“Hyung!! Jauhkan tangan setrum-mu itu dari pantatku!” teriak Taemin saat Key dengan jahil menepuk pantat baby-nya itu dengan sedikit aliran petir mini-nya.
Key tergelak puas sementara Taemin berusaha mengeluarkan gumpalan kecil api birunya untuk membalas Hyungnya itu.
TBC


Comments
Post a Comment