FF 2Min : Minho, I am Your Hyung (Oneshoot)
Tittle : Minho, I am Your Hyung
Author : Flo
Length : Oneshoot
Genre : Yaoi, Boy x Boy
Cast : Taemin ( 24 years old )
Minho
(18 years old )
BoA as Minho’s Mom ( 43 years old)
Note : Terinsirasi dari komik, kalo ada yang
tahu komik apa, kasih tau ya? Oke!
ancur, ga nyambung, warning!! Coment juseyoooongggg…!
Happy Reading
Ting Tong.
Suara bell memecah keheningan
rumah Taemin, dengan segera ia beranjak
dari sofanya yang nyaman lalu berjalan
ke depan pintu.
“Selamat Pagi…” Lelaki berbadan
kurus itu menatap seorang laki-laki berdasi di depannya dengan tampang malas,
lelaki itu tersenyum agak terlalu lebar, dan membawa map yang ia jepit di
lengan kirinya.
“Ya. Ada perlu apa?” Taemin
menjawab sapaannya dengan singkat, bermaksud segera mengakhiri percakapan.
Laki- laki didepannya terlihat agak kaget menerima perlakuan yang tak bisa
dibilang sopan dari Taemin itu hanya berdeham sebentar, kemudian melanjutkan
senyum palsunya yang tak selebar tadi.
“Ah, begini, aku ingin bertemu
dengan Ibu atau Ayahmu, apakah mereka ada di rumah?” Taemin menghela napasnya
lalu mendengus sebal, lagi-lagi begini, ia pasti dikira sebagai anak si pemilik
rumah yang menunggu Ibunya dan Ayahnya pulang kerja. Dengan tampangnya yang
begini memang sangat susah untuk menjelaskan kepada orang lain kalau dia ini
sudah berumur 24 tahun. Dan ialah si pemilik rumah itu sendiri.
“Mereka sedang tidak ada di rumah”
jawab Taemin, ah biarlah, supaya Ahjussi Senyum Palsu ini cepat menggeser
bokongnya yang bau itu dari pintu rumahku, pikir Taemin.
“Benarkah? Aku rasa ini adalah
akhir pekan, bukankah ini waktunya untuk orangtuamu bersantai sedikit di
rumah?” Laki-laki itu dengan kurang ajarnya melongokkan kepalanya ke dalam
rumah, “Ada penawaran menarik dengan asuransi kami, beberapa paket asuransi
kesehatan, pendidikan, dan juga asuransi jiwa. JIka Anda tertarik dan ingin
menggunakan jasa kami..”
BRAK!
Kata-kata pria itu terpotong ketika
Taemin membanting pintunya keras-keras tepat di depan hidung Si Pria Berdasi.
“BOCAH SIALAN, ANAK INGUSAN ITU BERANI
SEKALI BERSIKAP SEPERTI ITU HAH?! Bagaimana cara orangtuanya mengajarinya
tentang sopan santun kepada orang yang lebih tua? Apa ia tidak diajarkan di
sekolahnya?!” samar-samar lelaki berambut blonde itu mendengar
umpatan-umptannya yang masih tersisa di depan pintu, tapi ia mengabaikannya.
“Siapa yang kau bilang anak
ingusan, dasar bodoh” gumam Taemin dalam hati, masih merasa dongkol karena ia
selalu dianggap anak-anak oleh orang asing. “… paling-paling dia 2 tahun
diatasku, huh”
Hal-hal yang lebih parah sudah
sering dilaluinya, seperti, ketika ia bersama teman-temannya bermain di sebuah
restaurant dekat dengan sekolahnya yang
dulu untuk reuni, dia malah disangka seorang murid yang mencoba bolos oleh
penjaga restaurantnya. Teman-temannya menertawainya tanpa belas kasihan, tapi
itu membuatnya dongkol setengah mati.
Dan pernah suatu hari, waktu
persediaan soju nya habis di rumahnya, ia menyeret langkahnya ke supermarket
dekat jalan raya, tapi si penjaga toko malah mati-matian melarangnya membayar
botol-botol sojunya dan terus-terusan berkata kalau anak dibawah umur tidak
boleh meminum alkohol, Taemin yang hampir hilang sabar mengeluarkan dompetnya,
lalu menunjukkan kartu ID-nya dengan gaya seperti seorang polisi menunjukkan
lencananya. Baru setelah itu, Si penjaga toko membungkuk di depannya sampai 90
derajat dan meminta maaf dengan telinga merah.
^^^^^^^^^^^^^^^^^
Seoul sudah memasuki musim
penghujan karena saat ini hidung Taemin berair, ia memang paling tidak tahan
dengan musim ini, apalagi musim dingin, makanya ketika ia mengangkat telpon
dengan keadaan setengah sadar tadi malam dari editornya bahwa ia harus menyelesaikan
deadline buku terbarunya lusa, lelaki itu mengerang putus asa. Masih sisa satu
bab lagi, dan sepertinya ia harus melilit tubuhnya sendiri dengan selimut, lalu
berbaring tengkurap, mengetik dengan kecepatan yang menakjubkan.
Lalu ia mendengar suara bell, ia
melirik jam tangannya, masih sekitar jam tujuh dan ia hapal betul kalau ini
waktunya Ahjussi pengantar susu langganannyalah yang datang untuk mengantarkan
susu pisangnya.
Ia berusaha keras melepaskan diri
dari lilitan selimutnya lalu mengambil mantel super tebal di sofanya,
memakainya lalu menekan kenop pintu. Ia membuka pintunya dan ternyata bukan
Ahjussi yang biasanya yang mengantar susu, melainkan seorang pemuda yang amat
jangkung, matanya yang amat besar menarik perhatian Taemin. Pemuda itu tersenyum
dengan ramah, bukan jenis senyum yang dibuat-buat, tapi hanya senyum
otomatisnya kepada orang lain.
“Maaf, aku akan meletakkan susunya
disini..” Ia meletakkan susunya di depan pintu, Taemin menunggu pemuda jangkung
di depannya memintanya memanggil Ibunya
untuk membayar tagihan bulanan susu pisangnya, “hmm.. Bisa aku minta tagihan
susunya padamu sekarang?” katanya agak menyeret kata-katanya.
Taemin terbelalak menatapnya, ia
memperhatikan wajah pemuda itu, yang balik memandangnya dengan heran.
“Hmm.. Sorry, kenapa kau menatapku
begitu?”
“Ah tidak apa-apa, tapi biasanya
Kim Ahjussi yang mengantarkan, kemana dia? Apa dia sakit?” tanya Taemin,
menghindarkannya dari pikiran-pikiran konyol tentang umurnya.
“Tidak.. Ia sedang cuti, sekarang
aku yang sementara menggantikannya. Tidak perlu khawatir. Eh, bisakah kau
memberiku uangnya sekarang, aku harus buru-buru ke sekolah”
Taemin merogoh kantong jeansnya
dengan tergagap, buru-buru menghitung lembaran-lembaran uang, lalu
menyodorkannya kea ah si pemuda tadi.
Euh? Tunggu.. Sekolah katanya? Ada
yang salah dengan umurnya atau dengan wajahnya?
“Kau seorang murid? Memangnya
berapa umurmu?” tanya Taemin. Laki-laki di depannya itu malah meringis,
setengah geli dan setengah heran melihat pemuda berhidung merah di depannya.
“Yeah, aku memang agak tidak
terlihat seperti seorang murid kan? Umurku baru 18 tahun lho.. “ Laki-laki
jangkung itu menunjukan kartu pelajarnya di depan wajah Taemin. Melihat
ekspresi Taemin yang memandangnya dengan setengah percaya, ia malah tersenyum
sangat lebar. Tampan sekali.
“Kau juga sama sepertiku kan?
Sering dipanggil anak kecil atau apa? Tadinya aku juga sempat tertipu dan mau
menyuruhmu memanggilkan Ibumu, tapi setelah aku perhatikan, sepertinya wajahmu
menutupi umurmu yang sebenarnya.” Taemin melongo mendengarnya. Baru pertama
kali ia menemukan orang macam begini. Menarik sekali, pikirnya.
Kemudian bocah yang umurnya tidak
sesuai dengan wajahnya yang sangat manly dan dewasa itu tersenyum untuk yang
terakhir kalinya kepada Taemin, lalu pamit.
Taemin hanya bisa
menggeleng-gelengkan kepalanya, ia merapatkan jaketnya, lalu beniat untuk menutup pintu, sampai
pandangannya tertuju pada kartu pelajar yang tergeletak di lantai depan
rumahnya.
“Ya ampun, bocah ingusan itu
meninggalkan kartu IDnya disini, kenapa bisa begitu ceroboh?” Taemin
menyimpannya lalu menutup pintu. Taemin jadi memikirkannya, bagaimana kalau ini
hari terakhir ia bekerja, dan Ahjussi kembali dari cuti, sehingga besok ia tak
bisa mengembalikannya kepada dia? Taemin membaca alamat rumahnya. “Hmm, tak
jauh dari sini sepertinya..”
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Disinilah ia, di depannya tertulis
dengan benar angka apartment namja pengantar susu itu, sekejab merasa bodoh
karena kakinya bisa melangkah sampai kesini, bisa saja ia mengembalikanya
dengan menitipkannya kepada Kim Ahjussi. Taemin membalikkan badannya, tapi dari
arah pintu keluar seorang wanita, masih muda tapi jelas lebih tua sedikit
darinya.
“Oh,
kau siapa? Apa kau mencari Minho?” tanya wanita itu kepada Taemin.
Taemin
melihat ke kartu pelajar itu dan benar, namanya Choi Minho. “Ne.. bolehkah aku menitipkan
ini kepada anda?”
“Ya
ampun Minho.. Kenapa meninggalkan benda sepenting ini sembarangan, dia pasti
lupa.. ah, kau baik sekali mau mengantarkannya,
dimana kau menemukannya?”
“Aku
menemukannya di depan rumahku, ia meninggalkannya tanpa sengaja saat
mengantarkan susu..”
“Oh
yaya, aku mengerti.. kau sudah jauh-jauh kesini apa mau minum teh sebentar di
dalam?” tawar wanita muda di depannya itu, entah kenapa memandangnya membuat
hati Taemin terasa tidak nyaman, seperti ada yang mengganjal di hatinya. Apa
mungkin itu kakaknya? Atau mungkin itu kekasihnya?
Lalu
Taemin hanya menolaknya dengan sopan, lalu pulang ke rumah dengan lesu.
Perasaan macam apa ini? Aneh sekali, sih.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Keesokkan
harinya, ia menemukan Minho sudah berdiri di depan pintu rumahnya tersenyum
gugup menunggunya membuka pintu, kali ini tanpa susu dan sepeda motornya. Dan
ajaibnya namja itu memakai baju seragamya, sepertinya sepulang dari sekolah ia
langsung mengunjungi Taemin.
“Hyungie,
terima kasih sudah mau mengantarkan kartu pelajarku, padahal kau tak perlu
repot-repot, kau tinggal telepon agenku lalu aku akan mengambilnya, tapi yah..
tetap aku berterima kasih padamu.”
“Itu
bukan apa-apa..” Taemin mendengar ia berbicara kepada Minho lewat gumaman.
“Ani..
Kau pasti sudah melihat dia kan? Ya ampun aku malu sekali, please, jangan
bilang siapa-siapa ya..” ujar Minho dengan memelas.
Pasti
maksudnya wanita yang kemarin Taemin temui di rumahnya, jadi benar itu adalah
wanitanya? Kalau saudaranya kenapa ia harus semalu itu?
“Aku
tak akan bilang siapa-siapa, tenang saja, hubungan kalian pasti sudah serius
ya? Wah bahagia sekali masih begini muda tapi sudah mendapat kekasih yang
begitu cantik..”
Minho
mulai memandang Taemin dengan tatapan aneh, seperti menahan tawanya. Dan benar
saja, tawanya langsung meledak, jenis tawa yang menyenangkan untuk didengar,
tapi Taemin rasanya enggan mendengarnya sekarang.
“Ah
maaf Hyung, memang susah kalau begini, pasti orang-orang juga akan salah paham
karena tampangnya yang seperti itu..” Taemin masih menatapnya dengan heran, “..
dia ibuku, makanya jangan aneh kalau wajahku jadi begini.”
Taemin
melongo. Ibunya dia bilang? Ya Tuhan.. dan sekarang perasaannya terasa sepuluh
kali lebih ringan.
“Kau
ingat waktu pertama kita bertemu, aku langsung bisa mengenali umurmu yang
sebenarnya, karena aku sudah terbiasa melihat Ibuku..” kemudian laki-laki
bermata bulat itu tersenyum lagi, membuat bibir Taemin secara otomatis ikut
tersenyum juga.
“Jadi?
Ibuku sangat cantik ya?” Minho menirukan kata-kata dan gaya Taemin saat
mengatakannya, membuatnya ikut tergelak. “Yeah, Ibumu itu memang cantik sekali,
sangat kontras dengan anaknya.”
“Hei
hei, begini- begini aku ini popular lho di sekolah.. apa kau suka pada Ibuku?”
Taemin
membalasnya dengan jitakan, geram mendengar ucapan asal-asalan Minho.
“Bagiku
kau lebih cantik dari Ibuku..” gumam Minho pelan sambil mengarahkan
pandangannya ke pot tanaman di samping pintu. Taemin merasakan darah hangat
mengaliri wajahnya, ia yakin kalau ia meletakkan ceret air di atasnya sekarang,
bisa jadi air didalamnya akan mendidih.
“Aku
ini pria, Bodoh! Mana ada pria yang disebut cantik!” mendadak Taemin membalas
ucapan Minho dengan ketus, lalu ia mengangkat tangannya untuk memukul kepala
Minho lagi, namun laki-laki jangkung itu menangkis tangan Taemin, ia
menggenggamnya dengan erat, kemudian pandangan mereka malah saling bertemu
lagi.
“Itu
kan memang kenyataan.. Ah sudahlah, apa besok kau ada waku senggang? Ibuku
menyuruhku untuk mengajakmu ke rumah, katanya ia ingin mentraktirmu makan”
“Ck,
dasar bocah, baiklah, kalau besok bukuku selesai aku akan mengunjungi
rumahmu..”
Minho
hanya membalasnya dengan cengiran.
“Baiklah
Hyung, sampai bertemu besok, aku akan menjemputmu.” Minho mengecup pipi kanan
Taemin cepat-cepat sebelum Taemin sempat menyadarinya, lalu berlari
sekencang-kencangnya sambil tertawa lepas.
Ketika
Taemin sadar dari lamunannya, ia mendengar tawa Minho, dan masih merasakan
jejak bibirnya di pipinya, terasa…..hangat.
“Anak
Bodoh itu, dia demam ya?”
Taemin
menutup pintu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, tak sabar menunggu esok.
END


Disini Taemin umurnya 24 ? Nggak bisa bayangin gimana rupanya... Umur Taeminkan masih 23 tahun... Aku hanya ngebayangin rupanya dialbum drip drop...
ReplyDeleteDisini Taemin umurnya 24 ? Nggak bisa bayangin gimana rupanya... Umur Taeminkan masih 23 tahun... Aku hanya ngebayangin rupanya dialbum drip drop...
ReplyDelete