FF KaiStal (Kai Krystal) : Jonginie's New Scooter



TUK.

Sebuah batu kerikil memukul jendela kamar yang sukses besar membangunkan Jung Soojung dari tidur nyenyaknya. Ia membuka matanya malas-malasan dan mengambil jam kecil di samping tempat tidurnya. Demi Tuhan, ini baru pukul 2 pagi!

TUK.

Satu kali lagi kerikil yang agak besar mengagetkan gadis berambut merah itu, ia mendengus sebal sambil bangkit dari tempat tidurnya, ingin mencari tahu siapa pengganggu hidupnya ini. Ia melirik Sulli yang masih tidur dengan tenang tanpa terusik sedikitpun, lalu membuka jendela.

Hal pertama yang ia lihat selain kegelapan malam itu ditengah cahaya lampu luar dorm F(x) yang tidak cukup terang dari sini, tapi ia begitu kenal baik siapa laki-laki yang sedang berdiri menghadap kearahnya, entah kenapa seakan ada cahaya tersendiri di sekelilingnya yang membuat Soojung tau kalau lelaki itu sedang tersenyum amat cerah di bawah sana.

“Kim Jongin kau sudah gila, ya?!” Gadis cantik itu memperingatkan Jongin hanya dengan isyarat bibir karena takut membangunkan member yang lain. Jongin tertawa melihat wajah cemberut Soojung yang terlihat sangat lucu. Ketika gadis dihadapannya memelototinya, ia segera meraih ponselnya lalu mengetik sebuah pesan.

To : Soojungie<3
Jangan cemberut begitu, aku jadi makin ingin menciummu kau tahu? k k k pakailah jaketmu, lalu temui aku.. Aku menunggumu, Soojung-ku..
Send 02.14 KST 2014, Agustus 26

Melihat Soojung tidak menggubris ponselnya yang berbunyi tanda pesan masuk, Jongin menunjuk-nunjuk kamar gadis itu, lalu mengisyaratkan tanda untuk membuka ponselnya. Soojung menyembunyikan senyumnya karena Jongin terlihat seperti orang bodoh di bawah sana. Orang bodoh yang sangat tampan, sayangnya. Soojung menunjukkan tawanya dan Jongin balas memandangnya sambil tersenyum juga, membentuk kedua matanya menjadi bulan sabit yang indah.

Akhirnya member termuda dari F(x) itu mendengus lalu mengisyaratkan tanda bahwa ia akan membaca pesan Jongin. “Kim Jongin, si pervert itu dasar..” gerutu Soojung dalam hati, tetapi ia tak bisa membohongi kedua pipinya yang terasa menghangat. Ia membuka lemari pakaiannya, mencari jaket yang cukup bagus dan nyaman untuk dipakai saat musim panas seperti ini, juga dua buah topi untuk penyamaran. Ia tahu, tentu saja Main Dancer EXO itu punya alasan mengajaknya kencan pada pagi buta begini.

Setelah mengendap-endap menuruni tangga dormnya, Soojung berbelok menuju dapur, berniat untuk mengambil dua buah es krim berwadah stik rasa cokelat jeruk kesukaan pria itu, namun ketika akan 
meninggalkan dapur menuju ke pintu keluar, Amber menghampirinya sambil menguap.

“Soojung-ah, mau kemana? Mau pergi kencan dengan Jongin?” tanya Amber, sekejap sadar dengan sempurna dan memberikan gadis berambut merah itu sebuh kerlingan jahil. “Err.. Ne Eonni, aku pergi dulu, jangan beri tahu Vic Eomma, oke?”

“Beres. Jangan khawatir.. Tapi pulanglah sebelum ayam berkokok, arra?”

“Call”

“Ya, Kim Jongin!” teriak Soojung ketika Main Dancer itu berdiri membelakanginya. “Hey, Hey, sudah berapa kali aku bilang, panggil aku Oppa.. Oppa..” Jongin menekankan kata ‘Oppa’ karena Soojung gadis yang keras kepala dan tidak mau memanggilnya Oppa, padahal ia beberapa bulan lebih tua. Soojung tidak menggubris ucapan Jongin, lalu membungkam bibir pria itu dengan es krim yang sejak tadi ia bawa.

“Woaaaa.. hehimakahi (terimakasih)…” Soojung menatap pria di depannya yang beberapa detik lalu memintanya untuk memanggil dirinya dengan sebutan Oppa, sementara sekarang ia malah makan es krim seperti anak kecil.

Sebuah keheningan yang nyaman, angin musim panas yang membawa hawa sejuk dan mengantuk mengiringi kencan mereka. Sesudah acara memakan es krim mereka sampai habis, Jongin bangkit dari tangga teras dorm lalu menawarkan tangannya kepada Soojung sambil memamerkan senyum mataharinya. Gadis itu meraih tangannya tanpa ragu-ragu, entah kenapa tangan Jongin selalu terasa hangat dan pas di tangannya. Ia sungguh menyukai mereka.

“Ah iya aku lupa, kita harus memakai ini, Kim Jongin-ssi..” Soojung memakaikan sebuah topi berwarna hitam lalu memakaikannya sampai hampir menutupi mata pria berkulit tan itu. “Ya.. Ya.. 

Ya.. Jung Soojung, awas kau, ya..” Jongin membalik cap miliknya lalu meraih topi yang satunya lalu membalas gadis itu, tetapi sebelum topi itu menutupi kepala gadis itu dengan sempurna, ia menatap kedua mata Soojung dengan amat dekat, tersenyum sangat cerah lalu mencium cepat bibir menawan gadis itu. Ia membetulkan letak topi gadis itu lalu menariknya bangkit, karena sepertinya Soojung masih belum sadar dari tindakan tiba-tibanya tadi.

Soojung bersyukur karena di sini agak gelap, jadi Jongin tidak bisa melihat rona merah yang menghiasi kedua pipinya.



“YA! KIM JONGIN! KYAAAAA.. HAHAHAHA..” Soojung mengeratkan pelukannya pada pinggang Jongin.

Saat membaca pesan dari Jongin, Soojung kira mereka akan jalan-jalan sambil bersepeda di Sungai Han seperti biasanya, lalu mereka hanya akan menyusuri jalan sambil bergandengan tangan atau bahkan menari bersama, karena jam seperti ini adalah suasana kota yang amat nyaman tanpa ada gangguan. Tapi hari ini ternyata berbeda.

Dengan bangga pria berkulit tan itu memamerkan scooter merahnya yang ia beli di toko barang bekas, entah apa yang ada di pikiran pria itu, tapi scooter itu terlihat benar-benar luar biasa konyol dan Soojung tertawa tanpa bisa menahannya lagi. Ia mengusap air matanya sambil menahan kembali tawanya saat Jongin memandangnya dengan ekspresi kesal.

“Kim Jongin, kau benar-benar unik hahahahaha tapi scooter ini yah. Errr.. Cukup keren, kok..” Soojung mulai membayangkan kalau saja ada kotak tempat menaruh makanan cepat saji di jok belakang, maka semuanya akan sempurna.

“Sudahlah, cepat naik!” Jongin membuka topi gadis itu lalu memakaikannya sebuah helm kecil pada kepala Soojung. “Aku baru punya satu helm, tapi karena aku tidak sabar ingin mengajakmu jalan-jalan, aku tidak sempat membeli yang satunya.. Aku baru membelinya tadi sore.. Kau tahu, ini kendaraan pertamaku setelah aku punya kartu mengemudi..”

Jongin menaiki scooter merah-nya, ekspresinya berubah jadi Soojung mengerti situasinya, merasa menyesal menertawai motor kesayangan pria itu. Ia menduduki jok belakang, lalu melingkarkan kedua lengannya pada pinggang Jongin, pria itu beraroma khas sekali, perpaduan antara wangi sabun mandi, cologne dan juga wangi khas yang tubuh pria itu, hanya Kim Jongin seorang yang memilinya. Soojung mengira pasti lelaki itu baru saja selesai latihan seorang diri di dormnya, karena sudah menjadi kebiasaannya untuk mendi setelah latihan.

“Jonginnie Oppa.. Maafkan aku, ya…. Aku tidak akan menewrtawainya lagi.. Scooter ini imut sekali, kok.. Aku juga menyukainya, jadi maukah kau memaafkanku?”

Pria berambut cokelat itu kembali merekahkan senyumnya, “Jangan bohong, aku tahu kok kalau dia ini jelek..” “Tidak, kok.. Sungguh!” Soojung menjawabnya dengan amat bersemangat, jadi Jongin memperdengarkan tawanya lagi dengan geli. Soojung merasa lega setengah mati.

“Jadi sekarang kita berangkat?”

“Ne~”

“Are you ready Krystal-ssi?”

“Jongin-ah, pronunciation mu buruk, jangan bicara dengan bahasa inggris..”

“Hei, mana panggilan Oppa yang tadi? Dan bahasa inggrisku? Fansku bilang pelafalanku imut tahu..”

“Hanya fansmu yang bilang begitu..”

“Mworago? Jadi kau berani menantangku Nona Jung? Kau ingin mati malam ini, huh?” Jongin melajukan scooternya dengan kecepatan penuh, angin musim panas menampar wajah mereka berdua tanpa ampun.

“Jangan berkata-kata yang membuat sial..”

“Oh, jadi kau lebih takut oleh mereka daripada aku?” Soojung memutar bola matanya. “YA! KIM JONGIN! KYAAAAA.. HAHAHAHA..” Soojung mengeratkan pelukannya pada pinggang Jongin, dan tawa mereka mengalun bermelodikan cinta.


                                                                             END

FF nista ini lahir karena uri kupret Jongin yang mendadak beli skuter bin ajaib itu buahahaha ga habis pikir dia beli motor itu, dan dari belakang dia mirip tukang anter jajjangmyeon buahahahaha maap ngin.. scooternya lucu kok xD

Comments

Post a Comment

Popular Posts