FF Kiss Holic (Angel Kiss)/2Min/Oneshoot
Title :
Kiss Holic (Angel Kiss)/2Min/Oneshoot
Author :
Flo
Cast :
2Min
Genre :
yaoi, romance
Warning :
maaf abal, hehe saya ngga bisa puitis, kadang bahsanya ngga istimewa karena
saya masih belajar, makasih udah mau baca.. seperti biasa ini yaoi, kalo yg ga biasa baca ^^
Lee Taemin, nama namja berwajah polos ini, kulitnya yang putih dan
halus bak porselen terlihat begitu sempurna saat matahri menembus jendela perpustakaan yang sekarang sedang ia singgahi, rambut browny almond-nya terlihat agak acak-acakan, dan
mata coklat tuanya yang menakjubkan, semua keindahan yang ia miliki di
penampilan luarnya seolah mengkhianatinya. Ia terlalu cantik ukuran seorang
namja, makanya ia benci jika ada yang memujinya cantik. Ukh.
Ia memainkan jari-jari tangannya ke buku-buku yang berjajar
rapi dihadapannya, Tadinya ia berniat untuk meminjam beberapa komik yang ada
diperpustakaan sekolahnya itu, tapi ia lupa mambawa kartu peminjamnya. Sial
sekali. Tiba-tiba kakinya seperti terantuk sesuatu, ia menendangnya lagi, lebih
pelan dari sebelumnya. Eh? Kenapa terasa empuk? Lalu Taemin mengalihkan
pandangannya ke kakinya itu..
“ARGH” kata Taemin kaget, dengan suara agak keras karena dengan
mengejutkan ia melihat seorang namja terkapar tak berdaya disana. Dilihat dari
seragamnya jelas ia murid disini. Rambut namja itu berwarna coklat, agak
panjang sampai melewati kerah seragamnya. Kulitnya bersih, lebih coklat dibanding
kulitnya sendiri, hidungnya mancung, terbentuk sempurna seperti tebing yang
cocok untuk dipanjat, mata elangnya yang berukuran tidak normal (ketika matanya
tertutup saja Taemin tahu matanya besar) yang ia yakin sangat indah, dan
bibirnya.. Ia rasa ia mulai kehilangan akal sehatnya.
Taemin menggaruk bagian belakang kepalanya, tak tahu apa
yang harus dilakukan untuk menyadarkan namja yang… err tampan ini.
Astaga, Lee Taemin, bukan saatnya mengagumi wajah namja
berkaki panjang ini, apakah ia pingsan? Taemin menggoyang-goyangkan pundak
namja itu, tapi tak berefek sama sekali. Sial. Ia berdiri, bermaksud mencari
bantuan dari Pustakawan di dekat pintu perpustakaan, tapi hasilnya nihil,
sepertinya ia sedang makan siang. Dan seperti biasanya perpustakaan sepi.
Karena teman-temannya lebih suka ke kantin daripada ke perpustakaan pada jam
istirahat seperti ini.
Dengan bingung, Taemin kembali ke rak, dimana terdapat pria
itu, lalu berjongkok disampingnya. Dengan frustasi, ia menusuk- nusukkan jari
telunjuknya ke hidungnya.
“Ya! Apakah kau mati heh? Kenapa malah tidur disini sih?”
Masih dengan posisi yang sama Taemin memandangi wajah namja itu sambil
berpikir.
“Eh apa aku tinggalkan saja dia disini ya?” tanya Taemin
kepada dirinya sendiri. Ia kembali mengacak bagian belakang kepalanya, ia tahu
ia tak akan tega berbuat begitu.
Lalu pandangannya tertuju pada dompet di kantung celana
panjang si namja aneh, ia meraba saku disebelajnya lagi, tapi tak ada ponsel
disana. Lalu ia memutuskan untuk merogoh dompet namja itu lalu mencari tahu
identitasnya. Baiklah, ditempat yang seharusnya untuk memajang foto, Taemin
menemukan selembar kertas, ia membukanya, kemudian ia membaca isinya.
‘Untuk orang yang menemukan orang ini, Tolong cium dia, itu
satu-satunya cara agar dia bangun. Karena kalau tidak ada yang menciumnya, ia
tak akan bangun walau kiamat sekalipun. Sekian dan terima kasih. Semoga
berhasil dengan ciumannya ^^’
Taemin memandang tulisan hangul di depannya dengan
terperangah. Ia yakin orang yang menulis surat
ini pasti sinting, mana mungkin ada orang seperti itu di dunia ini? Ia
menaikkan sebelah alisnya, memandang namja didepannya dengan pandangan menilai.
‘Apa aku tinggalkan saja dia ya? Argh.. namja ini membuatku
bingung, kenapa dia harus pingsan disini sih? Aku yakin ia alien yang turun ke
bumi, atau hantu, atau salah satu mutan seperti di film?? Ah.. aku mulai
meracau lagi..’
‘Tapi bagaimana kalau ia tidak ditemukan, bagaimana kalau
dia kelaparan lalu mati disini? Omo..’
‘Sepertinya aku harus mengikuti saran dari surat gila tadi, tapi dimana aku harus menciumnya?
Kami kan
sesama pria?! GILA’
Tapi Taemin akhirnya mendekatkan wajahnya kea rah namja itu
dengan ragu-ragu, sedikit demi sedikit mempersempit jarak diantara mereka,
lalu..
Bibir Taemin berhasil mendarat dengan sempurna dibibir tebal
namja itu, hanya menempel sebentar tapi rasanya seperti melayang, bibir itu
terasa hangat dan sangat…. Manis, lalu beberapa menit kemudian ia membuka mata
yang super besar itu, lalu mengerjap-ngerjapkan matanya.
Dengan cepat Taemin menjauhkan dirinya dari namja itu,
sempat terkejut karena ia bangun dengan tiba-tiba, persis seperti yang tertera
di pesan gila itu. Mereka berdua saling menatap satu sama lain, lalu figure
namja yang baru saja sadar itu memulai pembicaraan di pertemuan mereka yang
sangat aneh itu.
“Hai orang tak dikenal, terima kasih sudah membangunkanku..”
ujar namja itu dengan sangat santai, lalu menguap lebar.
Taemin melongo, memandangnya tak percaya, ia baru saja me..
menci.. namja itu, lalu namja itu bersikap seperti tidak ada apa-apa. Mendadak
Taemin kesal sendiri.
“Sebaiknya aku pergi..’ namja bermata besar itu berdiri lalu
melihat kejam tangannya, mendadak ekspresinya berubah panik.
“Sekarang tanggal berapa?”
“Tanggal 19” Jawab Taemin singkat. Matanya memandang kearah
lain, menjauhi pandangan namja itu. Merasa harga dirinya tersakiti. Uhuk.
“Ya ampun.. Aku ketiduran 2 hari..” Lalu ia berlari dengan
kecepatan yang menakjubkan, ia melesat keluar dari perpustakaan.
******
Taemin masih melamun, seolah meyakinkan dirinya sendiri
kalau ini kenyataan dan bukan mimpi. Beberapa jam yang lalu ia menemukan namja
aneh –yang tampan- terkapar diperpustakaan, lalu mencium bibirnya, tanpa
pertanggung jawaban ia pergi begitu saja, lalu beberapa menit ini, ketika ia
memutuskan untuk terseok-seok kembali kekelas dalam keadaan shock lalu duduk
dibangkunya dipojok kelas, Songsaenim membawa eh agak menggeret
namja-tinggi-yang-tampan-tapi-terlihat-mengantuk itu dengan sikap tak sabar ke
depan kelas, memperkenalkannya sebagai murid baru.
Taemin POV
Aku mendengar pekikan kegirangan dari sejumlah yeoja dan
namja cantik dikelasku, entahlah aku tak begitu memperhatikan karena apa,
mungkin karena wajahnya, yang menurutku tak sesuai sama sekali dengan
keanehannya tadi, membuatku teringat akan ci.. ci.. akh sudahlah.
Lalu beberapa detik yang lalu Songsaenim menyuruhnya untuk
duduk disebelahku persis. Aku sedikit memikirkannya, apa kata-kata yang
tertulis di kertas tadi, apa itu asli, atau cuma alasan untuk
mempermainkanku??? lalu setelah aku pikirkan lagi, mana mungkin? Toh dia kan tak mengenalku..
“Annyeong.. Namaku Choi Minho” kudengar ia menyapaku, aku
hanya balas menatapnya dengan kaku dan bingung. Ketika ia mengira aku tak akan
membalas sapaanya, ia melanjutkan kata-katanya, “Maaf soal tadi, ini semua
pasti membuatmu bingung tapi ini semua nyata. Aku tahu kau membaca pesan
didompetku, jadi kau tahu cara membangunkanku, apa yang tertulis disitu
semuanya benar.”
Aku menaikkan kedua alisku, ia terlihat frustasi tapi masih
berusaha meyakinkanku.
“Well, jadi kau tidak akan bangun sampai ada orang yang
mencium bibirmu?”
“Err, sebenarnya tidak dibibir juga tak apa-apa..” Ia
memandangku dengan malu, lalu aku menundukkan wajahku, rasanya ingin
menyerukkan kepalaku ini ke tanah. Aku yakin wajahku pasti merah sekali
sekarang.
“Ah, tapi terima kasih sudah membangunakanku, sekali lagi.
Ternyata tempat dimana kau menciumnya mempengaruhi waktu kesadaranku,” ia
tersenyum, senyum yang mampu membuatku kecanduan sejak pertama kali aku
melihatnya “Yah, Karena biasanya aku tertidur setiap 1 jam sekali..”
DUK
Astaga, namja ini.. Ia benar-benar tak sadarkan diri, dan
aku yakin kepalanya sakit sekali menubruk meja. Pantas ia agak sinting. Terlalu
banyak terbentur sepertinya.
Suatu waktu di hari-hari yang berikutnya..
Taemin P.O.V
Cup.
Aku mencium pipinya sekilas, lalu dengan mengherankannya
-entah kenapa aku masih belum juga terbiasa dengan ini- ia terbangun. Ya ampun,
ini sungguh memalukan, tapi harus bagaimana lagi.
“Terima kasih Tae..” Ia tersenyum lagi, sekejap menjadi
senyum favoritku. Ia menepuk-nepuk kepalaku lalu melihat kesekeliling “Tapi
kurasa akan lebih baik, kalau kau menciumku disini.. Setidaknya aku akan
bertahan sampai pelajaran berakhir..” ia menyentuh bibirnya sambil mengatakan
itu sambil tersenyum jahil kepadaku. Sial.
“Hyung~ Jangan bilang begitu, ini cukup memalukan bagiku,
menciummu dihadapan orang-orang setiap satu jam sekali..” kataku, wajahku
memanas lagi. Oh..
“Tidak apa, toh semua orang tahu tentang penyakitku..” Ia
mulai mendekatiku lalu meniup telingaku dengan pelan, membuatku terkejut, ia
tersenyum lagi. Ah aku mulai menikmati adegan ini sedikit demi sedikit..
Perlahan mata kami bertemu, lalu sesuai dengan kebiasaan, kami berciuman lagi, kurasa aku mulai bersyukur ia memiliki penyakit aneh ini. Napasnya yang hangat meniup-niup pipiku yang bersemu merah.
"Kau tahu Tae, kadang aku menganggap penyakit aneh ini adalah kutukan buatku, tapi semenjak aku bertemu denganmu, aku malah bahagia memilikinya.."
katanya dengan suaranya yang dalam setelah kami selesai berciuman.
"Aku tak ingin melepaskanmu, bolehkah?" Minho tersenyum lalu menggenggam tanganku dengan erat.
"Tentu Hyung, tapi kau ini hal yang merepotkan buatku.." Minho menatapku dengan terkejut, tampak agak merasa bersalah, "aku buru-buru mengoreksi, "yah.. kau aku rela direpotkan selamanya, asal itu kau"
Aku tertawa saat ia merajuk dengan kesal kepadaku, kadang ia terlihat seperti anak kecil. "Kemari Angel Kiss ku, aku akan menawanmu selama kau hidup dalam pelukanku.." senandungnya dengan pelan di telingaku, aku memepererat pelukanku kepadanya. Minho Hyung terkekeh sambil menepuk-nepuk kepalaku.
END


Comments
Post a Comment