FF Always be here for you/2Min/ chapter 1/Yaoi
Title : Always be here for you/2Min/ chapter 1/Yaoi
Author : Flo
Genre : romance, angst (?)
Warning : kalo ngga suka boyxboy ngga usah dibaca ^^ hidup itu sederhana, gausah ngebash yaoi haha
Aku pernah membacanya, entah dimana
karena akhir-akhir ini aku jadi lebih gampang lupa dari biasanya, begini
bunyinya ‘Ketika kau telah meninggal, kau hanya bisa hidup didalam kenangan
orang lain’. Aku hanya tersenyum getir, kenangan ya? rasanya konyol sekali, itu
hanya omong kosong. Karena apabila manusia pergi dari bumi ini, maka ia telah
berakhir, hanya akan ada tangis selama beberapa hari, lalu orang-orang akan
kembali kekehidupan semula mereka, saat dimana belum ada kau didunia ini,
seakan kau tidak pernah ada kemudian cepat atau lambat, hal yang paling parah
terjadi, kau…. dilupakan.
Aku menunggunya dengan sikap tidak
sabar, menunggu kematian tersenyum kepadaku, lalu membawaku pergi bersamanya,
pergi selamanya dari dunia yang memuakkan ini, dunia yang dipenuhi kepalsuan.
Ya, aku memang hanyalah seorang laki-laki pesimis yang tidak punya masa depan,
aku hanya akan berakhir seperti yang lain, berada selamanya dalam kegelapan
yang permanent.
Karena kehidupanku telah pergi lama
sekali, semenjak penyakit ini membawa pergi semuanya, senyumku, tawaku,
tangisku, juga hatiku. Sudah bertahun-tahun aku sudah mulai terbiasa dengan
orang-orang yang memanggilku dengan sebutan mayat hidup, aku mengabaikan
mereka, karena aku sudah lama berhenti peduli pada hidupku. Setiap hari aku
bertanya-tanya, apakah malam ini adalah waktuku? Kapan rasa pedih, sakit, dan
perasaan tak nyaman ini berakhir? Begitu lama aku menunggu, sampai aku kebas.
Tembok rumah sakit yang berwarna
putih gading itu telah menjadi pemandangan yang biasa, aku dirawat lagi.
Dirumah sakit bau ini lagi. Menyebalkan. Aku mengusap-usap bekas luka guratan
yang jumlahnya sudah tak terhitung lagi di pergelangan tanganku dengan ekspresi
datar. Ekpresi yang aku pertahankan setelah sangat lama. Aku selalu mencoba
untuk mengakhiri hidupku berkali-kali, tapi selalu tidak berhasil, aku mulai
bosan, kematian belum mau menghampiriku.
Aku mendengar suara ketukan di
pintu kamar rumah sakit, lalu aku bisa mendengar lagi, seseorang mendorongnya
hingga terbuka, aku meliriknya dengan mataku yang terasa berat dan bergantung,
rasanya aku ingin memejamkannya terus-terusan. Ternyata pria itu lagi, pria
dengan mata bulat aneh itu datang lagi, aku memandanginya dengan perasaan tidak
senang, tapi ia membalas tatapanku dengan senyuman lebarnya, ia seperti joker,
joker dengan mata yang bulat.
Ia menghampiriku lalu dengan
seenaknya mengelus rambutku, kemudian ia meletakkan kantong berisi makanan
disebelah tempat tidurku. Beberapa hari ini, ahjussi joker itu selalu
mengunjungi kamarku pada pagi hari, ia akan membawakan bermacam-macam benda
untukku, tapi aku tidak pernah mempedulikannya, karena apabila aku meninggal
nanti, aku juga akan dilupakan olehnya. Aku yakin.
“Bagaimana kabarmu hari ini Taemin?
Apa kau makan dan minum obat dengan baik?” ia bertanya masih dengan senyum
simpul yang menghiasai wajahnya.
Aku hanya diam, tak berusaha untuk
repot-repot menjawab. Walau ia tahu aku tak akan menjawabnya, ia hanya menghela
napasnya, lalu mengelus rambutku lagi dengan sabar.
“Aku harap suatu hari nanti kau mau
membalas ucapanku lagi Tae, seperti dulu..” ekpresinya berubah, bibirnya tetap
tersenyum seperti biasanya, tapi matanya menyiratkan kesedihan yang sangat
dalam. Apa ahjussi ini mengenalku? Sebenarnya siapa dia? Kenapa ia
mengunjungiku setiap hari? Dan..hei! bahkan sekarang ia menundukkan kepalanya,
bahunya bergetar, apakah….ahjussi menangis?
Dengan bingung, tanganku seakan
bergerak sendiri menkhianatiku, aku melihat tanganku sendiri menyentuh
kepalanya yang sedang menunduk disamping ranjangku, aku bisa merasakan rambut
halusnya yang terpotong hitam pendek, mengelusnya dengan hati-hati. Sebenarnya
aku ini sedang apa sih? Kenapa aku ikut merasa sedih melihat ahjussi itu
menangis?
Ahjussi bermata bulat itu
mengangkat kepalanya dengan terkejut, aku cepat-cepat menarik tanganku kembali,
memasang topeng datarku lagi, lalu ia menarik tanganku lagi, meletakannya
diatas kepalanya lagi. Ekspresi baru muncul diwajahnya, rahang tegasnya itu
bergetar, matanya berkaca-kaca, seperti terharu? Aku menatapnya dengan bingung.
“Tae, apa kau ingat? Dulu kau juga
sering mengelus kepalaku begitu waktu aku menangis didepanmu sewaktu kita kecil
dulu, kau menghiburku yang diganggu oleh teman-teman dulu karena aku dulu
sangat kecil dan pendek, kau yang melindungiku dulu dengan sangat berani,
menghabisi mereka semua, tapi tak disangka sekarang, aku bahkan sangat tinggi
mengalahkanmu, dan sekarang waktunya aku yang bertugas untuk melindungimu..”
dari cara bicaranya ia sepertinya sudah mengenalku lama, dari kecil dia bilang?
Aku berusaha mengingatnya lagi, tapi aku tak bisa menemukan apa-apa dikepalaku,
rasanya semuanya kosong, setelah berkata sepanjang itu dengan suara bergetar,
ia menengadahkan kepalanya lagi, ia menangkup tanganku dengan tangan besarnya.
Rasanya hangat. Hangatnya menyebar dari tangan menuju kehatiku.
Aku menatapnya dengan bingung,
entah keberapa kalinya untuk hari ini, semua yang ada dalam diri ahjussi ini
sangat familier, tapi aku tak dapat mengingat apa-apa soal dirinya. Ahjussi ini
terasa asing dan sangat akrab disaat yang bersamaan. Rasanya sangat lelah, aku
memejamkan mataku lagi, “Taemin, apakah kau mengantuk?” aku mendengarnya ia berbicara
dengan nada beratnya lagi, tangannya masih menggenggam tanganku, ia mulai
menyanyikan lagu nina-bobo untukku, tak beberapa lama lagi aku terlelap.
Minho P.O.V
Namja bermata bulat itu masih
bersenandung dengan ekspresi sedih, mengelus pipi namja berkulit indah didepannya
dengan lembut, mengecup dahinya yang tertutup rambut almond-nya. “Aku berjanji
akan selalu berada disisimu, menemanimu menyambutnya dengan tangan terbuka,
lalu aku bisa cepat-cepat menyusulmu..”
TBC



Comments
Post a Comment