FF Raindrop Part 1

Title : Raindrop
Author : author abal
Genre : romace (mungkin???)
)Cast : Cho Kyuhyun, Im Yoona, dll
Length : Part
Rating : T
Note : ini requestan temen saya Diah, entah kenapa abal gini, hiks.. maaf ya diah

Happy Reading!

Pagi ini, awan gelap menyelimuti kota Seoul. Udara terasa berlipat lebih sejuk dari biasanya. Seorang gadis manis terlihat memejamkan matanya, lalu menghirup napas dalam-dalam, menikmati setiap detik saat angin dingin yang menyejukan itu menyapu kulit wajahnya dan menerbangkan rambut panjangnya yang bebas. Setelah beberapa menit, akhirnya gadis berambut coklat itu, membuka kedua matanya saat ia mendengar suara bus menderu di depannya, pintu bus terbuka, lalu ia bergegas naik bersama penumpang lainnya.

Im Yoona menolehkan kepalanya, mencari tempat duduk yang kosong, lalu duduk dengan nyaman. Ia menaruh payung lipat berwarna kuning yang selalu ia bawa kemana-mana itu disamping kakinya. Tas tangan yang berisikan buku sketsa, pensil gambar dan yang lainnya ia pangku di pahanya. Hari ini ia berencana akan melukis di pinggir sungai Han lagi, dan seperti biasanya sendirian.

Sebenarnya apartemen kecilnya di pinggiran kota Seoul tidak berjarak begitu jauh dari Sungai Han, jadi tak sampai 30 menit, ia sudah sampai di tempat tujuan. Tak lama kemudian, hujan turun dengan deras, Yoona mengaduk-aduk tasnya mencari payung kuningnya, tapi tak juga ia temukan.

"Bodoh.. pasti tertinggal di bis.. Aish.." kata Yoona sambil mengetuk kepalanya beberapa kali dengan kepalan tangannya.

Tiba-tiba ia merasakan air hujan tidak lagi mengenai tubuhnya, sebuah payung berada di atas kepalanya. Payung kuningnya. Dengan heran Yoona mendongak dan mendapati seorang namja berdiri di depannya dan memayungi mereka berdua.

"Maaf nona, tadi payungmu tertinggal di bis, lalu aku mengambilnya bermaksud mengembalikkannya padamu. Tapi tadi aku terlambat menyadarinya dan jalanmu cepat sekali" namja itu tersenyum sambil mengusap tengkuknya dengan canggung. Senyum namja itu mampu menghipnotis Yoona selama beberapa saat, lalu suara petir mengagetkannya, dengan refleks memegang ujung jaket coklat yang tengah namja itu pakai dengan erat sambil memejamkan mata. Setelah tersadar, ia segera melepaskannya. Ia merasa sangat malu menunjukkan kelemahannya di depan orang asing ini.

"Ma.. maaf.." ujar Yoona gugup, lalu memandang sepatu ketsnya dengan intens.

"Gwaenchana.. Petir dan kilat memang menakutkan, tapi terkadang mereka terlihat indah dengan kilatan biru itu.. " Namja itu bisa merasakan tatapan heran Yoona yang kuat lalu tertawa kecil. "Aku bercanda, jangan dipikirkan.. Sebaiknya kita berteduh dulu disana.."

"Baiklah"

Lalu mereka berdua berjalan menuju ke sebuah toko yang tutup, kemudian berteduh di depannya. Lalu namja itu menurunkan payung Yoona, bermaksud membebaskan tangannya untuk menengadahkan tangannya, menampung air hujan. Secara tak sadar gadis itu ikut menadangi hujan sambil melihat ke arah langit yang kelabu itu. Ada keheningan yang terasa canggung diantara mereka berdua, lalu setelah beberapa saat, namja itu menurunkan tangannya dan memandang wajah Yoona, membuat wajah Yoona memanas.

"Maaf gara-gara aku, kau jadi ikut kehujanan.." kata Yoona pelan, masih tak berani memandang lawan bicaranya.

"Bukan salahmu kok, lagipula aku yang mau, kebetulan aku juga akan turun di sungai Han, lalu aku melihat payungmu ini di bis, kemudian berniat mengembalikkannya, tapi malah hujan seperti ini.." jelas namja itu lalu terkekeh pelan, tulang pipinya yang meninggi saat ia tersenyum terlihat sangat tampan.

"Wah, sepertinya hujan mulai reda.."seru namja itu, "Hanya gerimis saja, tak apa-apakan kalau aku duluan, nona?"

"Ya, maaf aku merepotkan anda.." kata Yoona sambil menundukan sedikit kepalanya.

"Tak usah dipikirkan, selamat tinggal.." kata namja itu lagi, lalu berjalan mulai menjauh.

'Im Yoona, apa yang kau lakukan? cepat tanyakn namanya' ujar Yoona dalam hati, memerintahkan mulutnya untuk berbicara.

"Hei.. Boleh aku tahu siapa namamu?" kata Yoona agak berteriak, merasa dirinya dipanggil, namja itu menoleh lalu melambaikan tangannya.

"Kyuhyun. Cho Kyuhyun.. Kau?"

"Aku Im Yoona.." jawab Yoona.

"Baiklah, senang berjumpa denganmu Nona" katanya, ia membungkuk lalu berlalu bersama gerimis pagi itu, meninggalkan Yoona yang masih menatap punggung lebarnya yang mulai menjauh.

"Aku juga..'' kata Yoona pelan sambil tersenyum, berharap ada kesempatan lain bertemu dengan namja aneh yang... tampan itu lagi

Comments

Popular Posts