FF Mr. Cho ‘Evil’ Kyuhyun Part 1
Title : Mr. Cho ‘Evil’ Kyuhyun
Cast : Cho Kyuhyun, Kim Ji Sun (OC),
Lee Hana (OC)
Genre : Straight, Aneh
Disclaimer : Ide dan cerita dari nae eonni, Anggit
Oppa, ane mah cuma tinggal nulis aja. Semua cast milik orangtuanya, kecuali
Kyuhyun, dia milik saya.
Enjoy the
FF *ambil popcorn*
Kim Ji Sun, yeoja tomboy itu
menekan-nekan tombol pada PSPnya dengan gerakan yang amat lincah, ia hampir
saja kelepasan berteriak ketika ia menyelesaikan satu level sulit pada game
barunya bulan ini, alih-alih mendengarkan Park Songsaenim yang sedang
menerangkan integral didepan kelasnya, ia malah senyum-senyum sendiri. Yeoja
feminine yang bertepatan duduk di sebelah Ji Sun hanya mengeleng-gelengkan
kepalanya, melihat tingkah teman sebangku sekaligus sahabatnya itu.
Ji Sun P.O.V
Membosankan. Aku benci matematika,
otakku rasanya ingin melonjak keluar bila berhadapan dengan pelajaran ini.
Apalagi Park Songsaenim, sudah pelit, tua, cara mengajarnya juga monoton,
untung saja ia agak tampan, dengan lesung pipit di kanan kiri pipinya itu. Tapi
tetap saja. Aku tidak menyukai matematika! Pelajaran itu adalah rivalku dan
selamanya tidak akan berubah. Apa untungnya mencari X dan Y itu. HA! Lebih baik
aku disuruh menyelesaikan berton-ton video game dari pada mengerjakan soal-soal
menyebalkan itu.
Ji Sun P.O.V end
Park Songsaenim menggeser tubuhnya
dari whiteboard di depan kelas, ia sudah capek menerangkan, lalu menyuruh salah
satu muridnya untuk mengerjakan soal latihan di depan kelas, matanya yang sipit
menyapu seluruh kelas, seperti sinar laser, semua siswa dikelas itu otomatis
menunduk, berkomat kamit berdoa dalam hati, ‘Jangan memilih aku,bila kau tak
sanggup setia..’ eh salah “Jangan memilih aku saem, jangaaaan.. Aku tak
mengerti, sumpah”
Lalu pandangan lelaki pencinta warna
putih itu mengarah pada target yang empuk, ia menatap Ji Sun yang terlihat
sibuk menyeringai dengan pandangan kea rah PSPnya itu.
“Kim Ji Sun, ayo kerjakan soal nomer
satu di depan!” gumam Park Songsaenim menunggu reaksi Ji Sun, tapi Ji Sun yang
dari awal tidak memperhatikan tidak mendengarnya.
“YA! Kim Jisun, YA” bisik Hana
dengan suara yang agak keras. Ji Sun hanya meliriknya sedikit, lalu
mengibas-ngibaskan tangannya cuek ke arah Hana, tidak tanggap dengan bahaya
yang mengancamnya.
Lalu Jisun merasakan seseorang
berdiri disamping tempat duduknya, orang itu mengambil buku catatan
matematikanya yang kosong dari sama sekali.
“KIM JISUN! KELUAR SEKARANG!” teriak
Park songsaenim dengan amarah yang mencapai maksimal. “Keruangan saya istirahat
nanti!!”
****
Ji Sun menyeret langkahnya dari
Ruang Guru dengan lesu, ia dimarahi habis-habisan dan diberikan hukuman
mengerjakan 250 soal integral dan dikumpulkan secepatnya. Ia kehilangan harapan
hidupnya.
“Hana-ya, bunuh aku saja..” katanya
waktu Hana menghampirinya di depan gerbang sekolah, tempat Hana biasa menunggunya
untuk pulang bersama dengan Ji Sun.
“Bodoh..” Hana menjitak kepala Ji
Sun dengan geram. Ji Sun hanya cemberut sambil mengusap-usap kepalanya.
“Aku
tahu kau baru saja menemukan game barumu kemarin, tapi ingat waktu dong Kim Ji
Sun, nilai ulangan matematikamu itu sangat parah, anak SD saja lebih lancar
menghitung darpada kau!”
JLEB. Kata-kata sahabatnya itu
memang amat pedih, tapi Ji Sun hanya menanggapinya dengan cuek.
“Itu
semua karena Park Saem yang mengajarnya terlalu membosankan” kata Ji Sun
beralasan.
“Alasan..
“ balas Hana “Lagipula sebentar lagi Park Saem akan pensiun, jadi kita akan
mendapat guru matematika baru..”
“Jeongmalyo???”
Ji Sun membulatkan matanya tak percaya.
“Mana
pernah aku bohong padamu..” kata Hana sambil tersenyum geli.
“Semoga
ia guru yang memperbolehkan muridnya makan dikelas, main game dan tidur..aku
ingin bersantai, bosan dengan Park Saem” kata Ji Sun tak bisa menyembunyikan
nada berharap dalam suaranya.
“Aish,
kau ini.. sebaliknya, kudengar ia itu mantan gangster, sangat menakutkan
sampai-sampai kau akan merasakan hawa membunuh setiap ada didekatnya, bahkan
dalam jarak 5 meter..” ujar Hana dengan nada horror. Ji Sun bergidik ngeri.
“Ti..
Tidak mungkin..”
“Semua
itu benar.” Kata Hana dengan yakin. Tersenyum simpul melihat Ji Sun yang
memandangnya dengan berbinar.
“Dan
positifnya, kudengar ia tampan.”
****
Cho
Kyuhyun P.O.V
Hari
ini pertama kalinya aku mengajar di sekolah Parang ini. Entah bagaimana
nantinya, tapi yang dari guru-guru yang mengajar sebelumnya, mereka bilang ini
akan jadi sedikit sulit, ada satu murid perempuan yang berotak lebih bodoh
daripada otak udang, tapi hanya dalam mata pelajaran yang akan aku ajarkan.
Matematika. Dan sialnya, (kata mereka) yeoja pabo ini ada dikelasku, mereka
memandangku dengan simpati, dan aku membalasnya dengan evil smirk-ku. Lalu
tiba-tiba mereka menegang, lalu kabur dari depanku dengan perlahan, hahahaha,
mereka sungguh menggelikan.
Cho
Kyuhyun P.O.V end
******
Jisun
melangkahkan kakinya dengan mata masih setengah tertutup, ia menyelesaikan
jatah video gamenya untuk bulan ini tadi malam, dan ia baru tidur tadi pagi.
Kemudian ia menepuk dahinya sendiri lalu kedua pipinya dengan keras, berusaha
keras agar tidak jatuh.
BUK
Seseorang
mendorong bahunya dengan sangat tidak berperasaan, hampir saja ia jatuh ke
depan dengan hidung yang mendarat duluan dengan sempurna, Jisun ingin mengomeli
orang itu tapi mengurungkan niatnya saat melihat orang yang mendorongnya tadi.
Lee Hana. Ia lalu mendorong balik bahu Hana pelan dengan cemberut, sementara
Hana tertawa keras.
“Ini
hukuman untukmu, karena main game lagi sampai pagi lagi. Dan aku yakin kau lupa
kalau pelajaran pertama hari ini matematika. Aku sudah tak sabar melihat guru
baru ini, kudengar dia benar-benar jinjja jinjja neomu neomu neomu ganteng!”
teriak Hana dengan sikap excited yang berlebihan dan penempatan kata yang tak
cocok. Mereka sampai di depan kelas mereka, masuk lalu duduk di bangku masing-masing,
Jisun langsung merebahkan kepalanya ke meja dengan lemas. Tapi Hana terus
menerus mengoceh ia tak tahan lagi, lalu..
“YA!
Diamlah Hana-ya.. aku mengantuk.. kau berisik..”
“Ck,
siapa suruh begadang?” kata Hana sebal, tapi diabaikan oleh Jisun. Lalu bel
masuk berbunyi, Jisun yang baru saja ingin meneruskan acara tidurnya, mengeluh
lalu menyangga matanya yang seperti panda dengan kedua jarinya.
Tiba-tiba..
TOK TOk TOK
Seseorang
mengetuk pintu dari luar, semua murid dikelas Jisun menahan napas mereka,
sangat penasaran dengan guru baru mereka ini yang katanya sangat tampan
melebihi Edward Cullen itu. Murid-murid perempuan serempak merapikan rambut
mereka, bercermin, dll kecuali Jisun tentunya. Murid laki-laki hanya diam,
namun siapa sangka kalau mereka kompak, berencana mengerjai namja yang lebih
tua dari mereka itu, dengan segala perlengkapan yang ada, saling melirik untuk
memastikan waktunya.
CEKLEk..
Ngiiiiiit..
Tap
Tap
Tap
“WOAAA….”
Suara dan teriakan kekaguman langsung berkumandang dari segala penjuru kelas.
Murid perempuan yang rata-rata histeris memandang seorang namja tinggi yang
sekarang memandang balik mereka dengan ketus. Mata, hidung, rambut, dan…
bibirnya yang menggoda iman itu. Ditambah kulit putih pucat itu, dibalut oleh
pakaian yang tampak sepadan di badannya yang proporsional. Hana yang
ternganga-nganga, berusaha membuat Jisun tersadar dan melihat kea rah Guru Baru
mereka yang super adorable itu dengan serius, namun gagal total. Seperti biasa.
Rasa kantuk Jisun mengalahkan semuanya, Jisun hanya menyipitkan matanya,
memandang namja di depan kelas yang masih diam saja itu sekilas, lalu kembali
acuh.
“Sudah
cukup!!” suara bass itu menggema didalam kelas, seketika kelas yang tadinya
riuh menjadi sepi. Seakan menunggu namja didepan mereka mengenalkan dirinya. Menatapnya
dengan intens.
Pandangan
Kyuhyun menyapu setiap anak yang ada dikelas itu dengan tatapan super tajam.
Seketika aura gelap dibelakangnya membuat mereka semua berkeringat dingin,
padahal ini masih musim panas. Apakah ia manusia? Pikir salah satu dari mereka.
“Namaku
Cho Kyuhyun. Bila kalian masih ingin hidup..” sekelompok laki-laki disudut
kelas yang sedang memasang perangkap di bawah meja mereka, menegang, dan
melepaskan perangkap itu dengan serentak, lalu memandang horror kea rah
laki-laki di depan kelas mereka, “.. dan masih ingin diajari olehku, kalian
harus serius, disiplin, dan jika ada diantara kalian yang berani mencari
gara-gara dengan ku, orang itu akan…” Kyuhyun kembali memandangi kearah mereka
satu persatu, tapi kali ini berhenti pada Jisun yang sedang menyangga dagunya
dan mata yang setengah tertutup dengan tatapan membunuh,
“…..akan
kuhabisi” lanjutnya, ia lalu memamerkan evil smirknya. Suasana tegang yang
tadinya tegang sekarang malah membeku. Tidak ada tanda-tanda pergerakan yang
berarti.
TBC


.krenn critax
ReplyDelete.krenn critax
ReplyDelete