FF YoonMin : Dear Jimin
Dear Jimin,
100 hari hidup tanpa mu rasanya sangat aneh. Kadang aku memejamkan mata sambil membayangkan kamu ada di sini, duduk di sampingku seperti biasanya. Kadang aku takut untuk bangun dan menghadapi kenyataan lagi kalau kamu sebenarnya sudah tidak ada. Jin hyung menyuruhku untuk menyimpan foto-foto mu di lemari, diam-diam ia menghapus foto-foto mu dari ponsel ku, tapi aku punya semua cadangannya. Mereka semua aman di dalam laci meja. Di hati ku dan juga ingatan ku.
Aku masih menyimpan semua baju
mu. Sesekali aku memeluknya saat aku rindu padamu. Aku memeluknya setiap hari.
Semenjak kau pergi, Namjoon
sering menemaniku di studio. Kami hanya mengobrol. Dan kadang hanya Namjoon
yang bicara, aku hanya mendengarkan tanpa tahu apa yang sebenarnya ia ucapkan.
Kadang kami berdua diam. Kehabisan kata-kata, jadi ia memutar music ciptaannya
sendiri di studio kami karena musik ku mengingatkan ku padamu, dan walau ia tak
pernah mengatakannya langsung padaku, tapi aku tahu kalau Namjoon tidak suka
melihatku sedih. Aku mulai merokok lagi. Tetapi saat aku sendirian. Maafkan
aku, Jimin. Padahal aku sudah janji, tapi aku mengingkarinya. Aku rasa aku akan
cepat menyusulmu.
Setiap sore Hoseok datang,
menarikku untuk keluar rumah dan jogging. Memandikan Holly dan mengajaknya
jalan-jalan. Hoseok masih tetap saja ceria seperti biasa. Orang-orang pasti
menyimpulkan kalau ia hidup tanpa beban, dengan wajah yang selalu tersenyum
itu, namun aku tahu ia adalah orang yang paling sedih, setelah aku, saat kau
pergi. Ia hanya berusaha kuat untuk menghiburku. Hoseok bilang aku sudah mulai
lebih banyak tertawa sekarang. Sambil tersenyum, ia bilang aku mulai terlihat
seperti manusia lagi.
Taehyung, dan Jungkook datang setiap akhir pekan. Atau saat mereka pulang dari sekolah. Secara harfiah, mereka seperti pindah ke rumah ku dan tinggal bersama ku mengingat betapa seringnya mereka ada di sini. Entah kapan Jungkook mencuri kunci apartment ku dan menggandakannya untuk mereka berdua. Mereka sungguh konyol. Aku seharusnya menuruti saran mu untuk megganti kunci pintu kita dengan model terbaru. Maafkan aku.
Tapi pasti akan sepi sekali hidup
tanpa mereka di sini. Sepi sekali saat mereka berdua pergi sekolah. Sampai
hari ini Jungkook masih sering mengigau dan memanggil namamu. Kadang ia akan
bergelung tidur di sampingku. Dia bilang wangi tubuhku mirip seperti wangi mu.
Jangan khawatir soal makanan. Jin hyung sering mengomeliku karena aku sering lupa makan, lalu ia akan membawakanku banyak sekali lauk, menjejalkannya ke dalam kulkas. Aku tidak terlalu memusingkan itu, Taehyunglah yang menghangatkan semuanya. Kalau ia lupa, semua makanan jadi busuk. Kalau kau ada di sini, aku yakin kau pasti akan marah. Kadang aku terlalu malas untuk bergerak dari tempatku duduk. Kadang Taehyung memasakan ramen untukku walau aku tak pernah menyuruhnya.
Minggu lalu, aku sempat demam.
Dan kali itu aku bersyukur ada dua bocah pengganggu yang amat usil seperti mereka ada di
rumahku.
Jangan khawatir. Aku sudah sembuh
sekarang.
Kau pasti sudah bahagia ya di surga.
Aku tahu kau berada di sana karena kau itu orang baik. Dan aku percaya sejak
lama kalau kau itu memang sebenarnya adalah malaikat, bahkan saat kau masih ada di sini. Terlihat nyata di sampingku.
Aku merindukanmu, Park Jimin.
Selalu.



Comments
Post a Comment