Ficlet Suga BTS OC : Say That You Love Me
Cast : Min Yoongi (Suga BTS), OC
By : Chocho, Matcha, and Flo
Malam itu udara terasa amat dingin. Seorang gadis berlari kecil menuju ke sebuah apartment elit di daerah Gangnam. Hak sepatunya berbunyi tuk-tuk sementara kedua tangannya sibuk menggenggam kopi hangat. Setelah sampai di depan sebuah pintu bertuliskan 708 di sampingnya, ia segera mengetik password rumahnya, namun sialnya ketikannya selalu salah.
Ia menggeram putus asa lalu tanpa sengaja menjatuhkan salah satu kopi nya, menumpahi coat abu-abunya. Tiba-tiba pintu di depannya terbuka lalu nampaklah sebuah namja dengan rambut acak-acakkan, seperti baru bangun dari tidurnya.
“Park Jirae bodoh! Kenapa kau tidak mengangkat teleponku?” tanyanya ketika sadar yeoja yang ia tunggu telah ada di depan pintu.
Gadis itu mendengus kesal lalu membalas “Ya, Min Yoongi! Kenapa kau malah marah padaku? Memangnya siapa yang lupa menjemputku dan membuatku menenteng pesananmu ini, huh?”
“Siapa bilang aku akan menjemputmu? Lagipula aku tidak suka Americano..” omel Yoongi sambil melirik coat gaids itu yang terkena noda kopi. “Lelaki macam apa yang tidak suka Americano..” gumam Jirae sambil mencibir namja di depannya, kemudian Yoongi mencubit pipi gadis itu.
“Kau bilang kau akan menjemputku jam 5 sore di depan kampusku! Kau menyebalkan sekali, dasar namja tidak peka!”
Yoongi hanya bisa menghela napas lalu menarik yeoja itu untuk masuk ke dalam.
“Kenapa passwordnya kau ganti?” Jirae membuntuti Yoongi seperti anak ayam mengikuti arah jalan induknya. “Aku hanya bosan, makanya angkat teleponmu, bodoh.”
“Sudahlah, aku lelah. Kau tidak lihat bagaimana bajuku kotor karena kopi bodohmu?” omel Jirae lagi sambil berjalan menuju kamar mandi.
“Dasar gadis ceroboh—“ gumam Yoongi. Namja itu masuk ke kamar, mengambil baju ganti untuk gadisnya. “Ini baju ganti untukmu, dengar, aku minta maaf karena tidak menjemputmu tadi, oke? Tadi aku—“ Yoongi mengusap tengkuknya dengan gugup sambil berdiri dengan kaku di depan kamar mandi.
“Iya aku tahu kalau kau pasti tertidur, aku sudah tahu bagaimana kau, jadi aku tidak mau meneruskannya dan bertengkar denganmu, Yoongi-ya..” Jirae menghela napasnya. Yoongi yang mendengar jawaban yeoja itu hanya bisa terdiam dan tersenyum kaku, diam-diam membenarkan ucapan gadis itu.
“Tapi kau salah akan satu hal Jirae-ya—“
Yoongi memasuki kamarnya lalu mengambil sebuah note hitam, “aku tadi tertidur karena membuat ini..” Namja itu memberikan buku itu padanya. “Ini apa? Jangan bilang kalau kau punya buku harian?” Jirae membulatkan matanya, bersiap untuk menyerang Yoongi dengan tawanya. “Yak! Jangan tertawa dulu, dong,” pria berkulit pucat itu memukul kepala gadisnya itu dengan buku, “kau lihat dulu, seenaknya saja bicara!” Jirae menggosok kepalanya sambil cemberut, tapi akhirnya ia membacanya juga.
Gadis itu membaca isi tulisannya dengan ekspresi takjub lalu memandang Yoongi dengan dalam. Merasa diperhatikan, pria itu mengalihkan pandangannya ke arah lain, menyembunyikan kedua pipinya yang memanas.
“Kau membuat puisi?” tanya Jirae polos. “Apa? Itu lirik lagu, bodoh!” Yoongi menggeleng-gelengkan perutnya, tak habis pikir bagaimana ia bisa mencintai yeoja sebodoh dia.
“Lirik lagu? Benarkah? Apa kau yang menulisnya?” Pria itu menggangguk tanpa memandang gadis itu, “itu semacam isi hatiku padamu selama ini—“ Jirae menangkupkan wajahnya menahan haru. Lama sekali tidak ada yang bicara diantara mereka, dengan canggung gadis itu mendekatinya lalu memeluknya perlahan.
“Terima kasih, Min Yoongi.” Hanya itu yang dapat ia katakan, mengingat jarang sekali Yoongi bersikap seromantis ini pada dirinya, terlalu bingung bagaimana harus menanggapinya. Pria itu melepas pelukan mereka perlahan, menatap lekat kedua mata gadisnya itu yang selama dua tahun ini menemaninya dengan setia. Bibir Yoongi mengecup bibir mungil kekasihnya itu dengan lembut.
“Will you marry me, Park Jirae?” Sambil berlutut, pria itu tak melepas pandangannya dari gadisnya itu. “Ah, ya ampun, aku lupa mengambil cincinnya—tunggu sebentar!” dengan cepat ia berlari menuju kamarnya, menarik laci kemudian mengambil kotak beludru merah kecil ke dalam genggamannya. Jirae tertawa melihat Yoongi bersikap amat konyol sekaligus menggemaskan, “will you marry me, Park Jirae?” ia mengulanginya lagi.
Gadis itu tak bisa menahan air mata bahagianya, moment yang selama ini ia tunggu akhirnya datang. Ia benar-benar mencintai namja yang sedang berlutut di depannya itu. Ia memang tak pandai menari seperti kakaknya, Jimin. Tidak humoris—malahan kadang terlalu dingin—seperti sepupunya, Jung Hoseok, ataupun romantis seperti sahabatnya, Kim Taehyung. Tapi ia meyukai Min Yoongi karena ia adalah Min Yoongi-nya. Namja yang sering membuatnya kesal karena ketiduran, namja yang menemaninya di saat-saat tersulitnya, dan juga namja yang melakukan hal bodoh hanya untuk menghiburnya walaupun itu menurunkan harga dirinya.
Jirae ikut berlutut lalu mengecup bibirnya sekali lagi, “aku mencintaimu, Park Jirae..” bisik Yoongi sambil menempelkan dahi mereka. Gadisnya itu malah tertawa.
“Aish, kenapa kau malah tertawa?” tanya Yoongi sambil mengerucutkan bibirnya.
“Well, kau tahu kalau kalau ini kedua kalinya kau bilang cinta padaku selama dua tahun ini..” Yoongi tersenyum malu.
“Benarkah?” tanyanya, “baiklah, nanti kalau kita sudah menikah, aku akan lebih sering mengatakannya padamu.”
“Siapa bilang aku akan menikah denganmu?”
“Ya! Park Jirae!” Jirae langsung berlari menuju ke kamarnya, Yoongi berhasil menangkapnya lalu mengelitikinya “kyaaaa, aku mau! Ampun! Ya, stop! Yoongi!”
“Bilang dengan keras kalau kau juga mencintaiku!”
“Aku mencintaimu!” teriak Jirae.
END
Flo Note : ini pertama kalinya bikin fic pararel di grup line bareng sama Matcha dan Chocho xD Nggak tahu bakalan jadi fluff (ini termasuk fluff bukan ya? hehe) padahal rencana awalnya mau bikin genre komedi dan iseng-iseng aja. Kurang lebihnya Flo edit sebagai editor, sedangkan sebagian besar ceritanya itu perkalimat dari kami lol
Thanks for reading ^^ please leave a comment..


Comments
Post a Comment