FF Kyuhyun Jongin OC : My SIster's Wedding



D-2

Sohee menulis kata-kata itu, ya hanya itu di buku hariannya. Ia terlalu malas menulis hal-hal lain, ia terlalu bingung akan perasaannya sendiri. Mereka semua bercampur aduk menjadi satu. Ia bisa mendengar suara tawa dari ruang tamu di lantai satu. Tentu saja hari ini Kyuhyun Oppa datang lagi, mengingat pernikahannya sudah dekat. Ia dan Sora Eonni hanya tinggal menuggu waktunya, lalu mereka akan resmi menjadi sepasng pengantin yang bahagia.

Gadis itu memutuskan untuk tidur saja, setidaknya ia mencoba untuk malam mini.
Sohee memandangi bayangan lampu berbentuk bintang yang bergerak-gerak di dinding kamarnya, ia hanya ingin sendirian malam itu, tapi tiga buah ketukan di pintu kamarnya seolah tidak mengizinkannya untuk mengeringkan air matanya sejenak. Ia diam, lalu sebuah suara memanggil namanya.

“Sohee-ya, ayo turun.. Kyuhyun Oppa membawakan ayam goreng kesukaanmu, lho..” suara Sora Eonni, dan Sohee bisa mendengar nada gembira karena calon suaminya berkunjung ke rumah.

Ia berusaha keluar dari gelungan selimutnya, tapi masih saja diam, berharap Eonni kesayangannya itu mengira ia sudah tidur.

“Ya ampun anak itu, masih jam segini sudah tidur, sih..”

Sohee mendengar suara langkah kaki menjauh dan omelan biasa dari sang kakak, ia bangun lalu memandangi wajahnya yang sembab oleh air mata.

“Orang bodoh,” bisiknya pada diri sendiri, berpikir bagaimana jadinya kalau Sora melihat adiknya dalam keadaan seperti ini.

***
Hari itu hujan deras sekali, Sohee duduk di depan sekolahnya, berpikir bagaimana caranya untuk sampai ke halte tanpa harus kebasahan dan demam tinggi esok paginya. Sebenarnya ia bukan tipe orang yang membenci hujan ataupun menyukai mereka seperti maniak, tapi kalau sebentar lagi hujan tidak reda juga, sepertinya ia akan memulai membenci hujan.

Beberapa menit lagi bus terakhir akan lewat, dan masih saja ia terperangkap sendirian disini, ia mulai menggigil dan merencanakan strategi untuk bermain hujan-hujanan saja sekalian, tapi begitu niatnya sudah terkumpul, sebuah tangan menahannya, lalu menyodorkan payung berwarna kuning cerah.

“Kau tidak punya payung? Jangan gegabah, kau bisa sakit nanti.. Ayo aku antar kau ke halte bus..”   

Malam itu Kyuhyun terlihat amat tampan dalam balutan kemeja hitamnya dan celana jeans warna gelapnya yang begitu pas di tubuh. Malam itu adalah malam pertama kalinya Sohee bertemu dengan pria itu. Dan malam itu adalah pertama kalinya Sohee merasa ada sesuatu yang memukul-mukul jantungnya dan memaksanya keluar dari rongganya. Terasa sesak tapi juga senang.

***
D-1

Sohee menulisnya diatas meja sekolahnya, kalau sampai Suho, si ketua kelas itu tahu bahwa ia yang selama ini hobi mencoret-coret properti sekolah, maka ia akan berakhir di lorong sekolah waktu pulang sekolah, dengan kain pel dan ember yang berbau memuakkan.

Jongin merebahkan kepalanya lagi di meja lagi hari ini, entah kenapa ia selalu terihat seperti itu waktu Sohee datang, mau tidak mau ia harus membangunkan namja berkulit tan itu sebelum Saem menimpuknya dengan penghapus papan tulis lagi untuk yang kesekian kalinya minggu ini.

“Berisik.. Lima menit lagi, Bu..” gumam Jongin sambil membenahi posisi tidurnya, tanpa segan-segan Sohee memukul kepala laki-laki di sampingnya tanpa belas kasihan. “Siapa yang kau bilang Ibumu, huh?”

“Aish, YA! Kim Sohee!”

Ia memukul kepala Jongin lagi lalu ia meraung kesakitan, teman-teman sekolahnya yang lain tidak mau repot-repot lagi menegur mereka yang bertengkar sudah menjadi rutinitas sehari-hari. 

“SUDAH BERAPA KALI KU BILANG NAMAKU ITU JUNG SOHEE.. DEMI TUHAN KIM JONGIN!”

“Mungkin Jongin ingin menjadikanmu sebagai istrinya..” celetuk Chanyeol si pembuat onar kelas, yang langsung menerima death glare dari Jongin dan Sohee.

 Tiba-tiba seorang pria masuk membawa gitar akustik, sebuah gendang dan juga pianika, kemudian sewaktu ia duduk di meja guru di depan kelas, semua anak sudah duduk rapi di meja masing-masing dengan alat musik di tangan mereka.

“Berdiri, beri salam..” Teriak Suho dengan lantang memimpin salam.

“Selamat Pagi Cho Seonsaengnim..”

“Saem, bagaimana bisa seseorang yang akan menikah besok masih mengajar hari ini?” salah seorang murid menyeletuk dari arah belakang kelas.

“Well, anggap saja aku sedang merayakan pesta lajangku disini..” Ujar Cho Kyuhyun seraya mengedipkan matanya penuh arti kea rah Sohee. Mungkin teman-temannya yang lain tidak begitu memperhatikan interaksi kedua orang itu, tapi Jongin amat menyadari bagaimana ekspresi kesal Sohee yang mungkin disebabkan oleh dirinya berubah menjadi sedih, dan bagaimana ia tak berani memandang mata guru musik kesayangan mereka itu.

To Be Continue

Comments

Popular Posts