FF Jo Twins : New Life Without You (part 3)
Title : New Life Without You (part 3)
Genre : Family, sad, angst, romance
Rating : T
Cast : Jo Youngmin, Jo Kwangmin, Yoon Min Ji, Park Jung Soo, dll
Length : Part
Berlari, dan terus berlari, ia mengerahkan segala tenaganya dan berlari sekencang – kencangnya berharap semua beban dan rasa sesak di dadanya dapat menguap bersama peluh dan air mata yang menetes dari kedua matanya. Langkahnya pun melambat, ia nampak sangat kelelahan. Tanpa sadar ia mencengkram bagian depan kaus biru yang tengah di pakainya. Dadanya terasa terbakar, ia kehabisan nafas.
Sambil mengatur nafasnya kembali, ia menyadari sekelilingnya nampak tak asing, tempat ia dan Kwangmin biasa melepas lelah sehabis pulang sekolah waktu mereka masih kecil, tempat penuh kenangan bersama kwangmin, di taman dekat rumah mereka. Ia duduk di salah satu ayunan, lalu menggenggam rantai pegangannya sambil mengatur napas.
“Sayang sekali kau tidak bisa ikut Kwangie..” gumamnya dengan pandangan sedih, menerawang kea rah langit malam yang kelam. Mulai hari ini, ia harus bisa membiasakan dirinya, membiasakan diri untuk sendirian, tanpa Kwangmin lagi. Kemudian ia hanya terdiam, terbuai sendiri oleh ingatannya tentang mereka. Air mata mengalir melewati pipi mulusnya, tak lama kemudian ia tertidur karena kelelahan.
***
Youngmin tengah berdiri di sebuah lapangan hijau yang sangat luas, bunga – bunga berwarna warni mengelilinginya hingga setinggi lutut, menggelitik kakinya yang telanjang. Langit tampak sangat cerah, ia bahkan bisa merasakan hangatnya sinar matahari pada kulit putih susunya. Ia menghirup napas dalam – dalam, tak pernah ia merasakan udara sesegar ini. Tempat yang sangat indah, ia sangat menikamatinya, walau tidak tahu ia sedang berada dimana.
Youngmin menebarkan pandangannya kea rah pepohonan di kejauhan sana, entah kenapa hatinya memerintahkannya untuk kesana. Ada kekuatan yang menggerakkannya, ada cahaya yang menyilaukan menerobos dari sela – sela pepohonan yang tidak rapat. Ia melihat seseorang, namja tepatnya, orang yang benar- benar identik dengannya, rasanya seperti bercermin, tapi hanya warna rambutnya saja yang berbeda. Ya, dia adalah Jo Kwangmin, adik kembarnya. Perasaan rindu yang amat sangat menyeruak dari hatinya, ia bergerak kea rah Kwangmin untuk menyambutnya.
“Kwangmin..Jebal.. Jangan pergi lagi.. “ katanya di sela isak tangisnya. Berhambur dalam pelukan Kwangmin, Kwangmin hanya tersenyum sambil membalas pelukan Hyung nya itu.
“Jeongmal Mianhae Kwangie..”
“Kita berdua tahu, ini bukan salahmu Hyung..”
“Tidak, ini memang salahku yang tidak bisa menjagamu..”
“Ani Hyung.. Kau harus hidup dengan baik tanpa aku, kau tidak boleh menangis lagi, kau harus bahagia.. Cobalah mengerti Appa dan Eomma, kau harus berdamai dengan mereka. Mereka sangat sayang pada kita Hyung.”
Youngmin melepas pelukannya dari Kwangmin, lalu berkata “Ani.. Aku tidak bisa tanpa mu..”
“Kau pasti bisa, aku yakin suatu hari nanti kau akan bahagia..”
Youngmin menggeleng lalu menatap Kwangmin dengan pandangan tak percaya. Kwangmin hanya balas memandang Hyung nya dengan pandangan penuh arti. Tiba – tiba ada yang menepuk – nepuk pundaknya. Ia membuka matanya, lalu menyadari ia masih ada di taman, tubuhnya yang tadinya hangat, sekarang terasa dingin sekali, ia menggigil. Rupanya tadi hanya mimpi.
Youngmin P.O.V
‘Benarkah aku akan bisa tanpamu Kwangmin-ah?? Benarkah kau ingin aku melakukan itu?’
“HEY!! Namja ANEH.. Kalau kau tidur disini kau bisa mati kaku besok pagi..” seorang yeoja tiba – tiba saja sudah berdiri di depanku. Pakaian yang ia kenakan sangat unik, piama berbentuk Pikachu! PIKACHU??? Yeoja ini mengingatkanku akan Kwangmin lagi. Dengan suara nyaringnya ia masih saja mengoceh di depanku, entah membicarakan apa, aku tidak begitu peduli. Wajahnya tampak asing bagiku, ia pasti bukan orang yang tinggal di sekitar sini, aku yakin. Melihat tatapan mataku yang tak lepas dari wajahnya, raut wajahnya berubah menjadi merah padam.
Youngmin P.O.V end
Author P.O.V
Angin musim dingin bertiup, menggoyangkan pepohonan, dan ayunan di sebelah Youngmin yang kosong. Youngmin yang tidak memakai baju hangat sama sekali, makin menggigil kedinginan, tangan dan kaki nya membeku, tiba – tiba ia bangkit lalu berkata pada yeoja itu “aku pergi”
Yeoja itu hanya menatap Youngmin itu dengan pandangan heran. Langkah Youngmin berhenti lalu berkaa tanpa menoleh, “Tolong jangan pakai piyama itu lagi, itu membuatku sedih..” Yang di ajak bicara malah membulatkan bibirnya dan menatap punggung Youngmin masih dengan ekspresi yang sama.
“Dasar namja aneh..” decaknya sambil melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda dari supermarket tadi.
Rumah Youngmin
“Darimana saja kau?” Appa Youngmin yang sedang membaca koran di ruang tamu langsung menghampiri Youngmin.
“….” Youngmin membuang muka, lalu berniat untuk melewati Appanya.
“Jo Youngmin, jawab aku!” Mr.Jo menahan amarahnya, suaranya mulai meninggi.
“Kenapa anda ada disini? Bagaimana dengan pekerjaan anda? Bukankah itu hal yang penting?” sindir Youngmin tanpa ekspresi, tatapan matanya dingin.
“K..kau..”
Youngmin mengabaikan umpatan ayahnya lalu berlalu menuju kamar Kwangmin. ‘Kau lihat Kwangie? Sepertinya akan sulit..Mian..” katanya dalam hati berharap saudarnya ada disini berbagi kesedihan bersamanya.
TBC
Genre : Family, sad, angst, romance
Rating : T
Cast : Jo Youngmin, Jo Kwangmin, Yoon Min Ji, Park Jung Soo, dll
Length : Part
Berlari, dan terus berlari, ia mengerahkan segala tenaganya dan berlari sekencang – kencangnya berharap semua beban dan rasa sesak di dadanya dapat menguap bersama peluh dan air mata yang menetes dari kedua matanya. Langkahnya pun melambat, ia nampak sangat kelelahan. Tanpa sadar ia mencengkram bagian depan kaus biru yang tengah di pakainya. Dadanya terasa terbakar, ia kehabisan nafas.
Sambil mengatur nafasnya kembali, ia menyadari sekelilingnya nampak tak asing, tempat ia dan Kwangmin biasa melepas lelah sehabis pulang sekolah waktu mereka masih kecil, tempat penuh kenangan bersama kwangmin, di taman dekat rumah mereka. Ia duduk di salah satu ayunan, lalu menggenggam rantai pegangannya sambil mengatur napas.
“Sayang sekali kau tidak bisa ikut Kwangie..” gumamnya dengan pandangan sedih, menerawang kea rah langit malam yang kelam. Mulai hari ini, ia harus bisa membiasakan dirinya, membiasakan diri untuk sendirian, tanpa Kwangmin lagi. Kemudian ia hanya terdiam, terbuai sendiri oleh ingatannya tentang mereka. Air mata mengalir melewati pipi mulusnya, tak lama kemudian ia tertidur karena kelelahan.
***
Youngmin tengah berdiri di sebuah lapangan hijau yang sangat luas, bunga – bunga berwarna warni mengelilinginya hingga setinggi lutut, menggelitik kakinya yang telanjang. Langit tampak sangat cerah, ia bahkan bisa merasakan hangatnya sinar matahari pada kulit putih susunya. Ia menghirup napas dalam – dalam, tak pernah ia merasakan udara sesegar ini. Tempat yang sangat indah, ia sangat menikamatinya, walau tidak tahu ia sedang berada dimana.
Youngmin menebarkan pandangannya kea rah pepohonan di kejauhan sana, entah kenapa hatinya memerintahkannya untuk kesana. Ada kekuatan yang menggerakkannya, ada cahaya yang menyilaukan menerobos dari sela – sela pepohonan yang tidak rapat. Ia melihat seseorang, namja tepatnya, orang yang benar- benar identik dengannya, rasanya seperti bercermin, tapi hanya warna rambutnya saja yang berbeda. Ya, dia adalah Jo Kwangmin, adik kembarnya. Perasaan rindu yang amat sangat menyeruak dari hatinya, ia bergerak kea rah Kwangmin untuk menyambutnya.
“Kwangmin..Jebal.. Jangan pergi lagi.. “ katanya di sela isak tangisnya. Berhambur dalam pelukan Kwangmin, Kwangmin hanya tersenyum sambil membalas pelukan Hyung nya itu.
“Jeongmal Mianhae Kwangie..”
“Kita berdua tahu, ini bukan salahmu Hyung..”
“Tidak, ini memang salahku yang tidak bisa menjagamu..”
“Ani Hyung.. Kau harus hidup dengan baik tanpa aku, kau tidak boleh menangis lagi, kau harus bahagia.. Cobalah mengerti Appa dan Eomma, kau harus berdamai dengan mereka. Mereka sangat sayang pada kita Hyung.”
Youngmin melepas pelukannya dari Kwangmin, lalu berkata “Ani.. Aku tidak bisa tanpa mu..”
“Kau pasti bisa, aku yakin suatu hari nanti kau akan bahagia..”
Youngmin menggeleng lalu menatap Kwangmin dengan pandangan tak percaya. Kwangmin hanya balas memandang Hyung nya dengan pandangan penuh arti. Tiba – tiba ada yang menepuk – nepuk pundaknya. Ia membuka matanya, lalu menyadari ia masih ada di taman, tubuhnya yang tadinya hangat, sekarang terasa dingin sekali, ia menggigil. Rupanya tadi hanya mimpi.
Youngmin P.O.V
‘Benarkah aku akan bisa tanpamu Kwangmin-ah?? Benarkah kau ingin aku melakukan itu?’
“HEY!! Namja ANEH.. Kalau kau tidur disini kau bisa mati kaku besok pagi..” seorang yeoja tiba – tiba saja sudah berdiri di depanku. Pakaian yang ia kenakan sangat unik, piama berbentuk Pikachu! PIKACHU??? Yeoja ini mengingatkanku akan Kwangmin lagi. Dengan suara nyaringnya ia masih saja mengoceh di depanku, entah membicarakan apa, aku tidak begitu peduli. Wajahnya tampak asing bagiku, ia pasti bukan orang yang tinggal di sekitar sini, aku yakin. Melihat tatapan mataku yang tak lepas dari wajahnya, raut wajahnya berubah menjadi merah padam.
Youngmin P.O.V end
Author P.O.V
Angin musim dingin bertiup, menggoyangkan pepohonan, dan ayunan di sebelah Youngmin yang kosong. Youngmin yang tidak memakai baju hangat sama sekali, makin menggigil kedinginan, tangan dan kaki nya membeku, tiba – tiba ia bangkit lalu berkata pada yeoja itu “aku pergi”
Yeoja itu hanya menatap Youngmin itu dengan pandangan heran. Langkah Youngmin berhenti lalu berkaa tanpa menoleh, “Tolong jangan pakai piyama itu lagi, itu membuatku sedih..” Yang di ajak bicara malah membulatkan bibirnya dan menatap punggung Youngmin masih dengan ekspresi yang sama.
“Dasar namja aneh..” decaknya sambil melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda dari supermarket tadi.
Rumah Youngmin
“Darimana saja kau?” Appa Youngmin yang sedang membaca koran di ruang tamu langsung menghampiri Youngmin.
“….” Youngmin membuang muka, lalu berniat untuk melewati Appanya.
“Jo Youngmin, jawab aku!” Mr.Jo menahan amarahnya, suaranya mulai meninggi.
“Kenapa anda ada disini? Bagaimana dengan pekerjaan anda? Bukankah itu hal yang penting?” sindir Youngmin tanpa ekspresi, tatapan matanya dingin.
“K..kau..”
Youngmin mengabaikan umpatan ayahnya lalu berlalu menuju kamar Kwangmin. ‘Kau lihat Kwangie? Sepertinya akan sulit..Mian..” katanya dalam hati berharap saudarnya ada disini berbagi kesedihan bersamanya.
TBC


Casino Queen Hotel, Casino, Richmond | Mapyro
ReplyDeleteCasino Queen 시흥 출장샵 Hotel, Casino, Richmond in Washington 대구광역 출장마사지 State is located near 의정부 출장마사지 Hollywood Casino 포항 출장샵 in Richmond. The property is in 인천광역 출장샵 the city of Richmond