FF Grown Up/ 2Min/ Drabble


Tittle      : Grown Up
Author  : Flo
Cast       : 2Min
Length  : Drabble
Genre   :Yaoi/ BoyxBoy
Note      : FF amit-amit satu lagi dari Flo, ngga jelas sih, cuma kepikiran aja tiba-tiba sama cerita ini, behahahaha malu banget.

Malam itu tak seperti biasanya, Taemin bersikap sangat manja terhadap Minho, mereka duduk saling berdekatan di sofa ruang tamu dorm mereka, tampak  sangat nyaman satu sama lain. Minho bersenandung pelan, arah pandangan mereka tertuju pada film yang sedang mereka tonton di DVD. Karena jadwal mereka yang sangat padat, pasangan ini jadi tidak bisa bebas menonton film di bioskop, ataupun sekedar berjalan-jalan sambil menikmati suasana musim dingin di taman. Makanya yang bisa mereka lakukan hanyalah ini, mematikan lampu lalu membuat popcorn rasa pisang kesukaan Taemin.
“Hyung, aku tak ingin menjadi dewasa..” celetuk Taemin tiba-tiba. Mendengar hal itu, Minho yang sedang memainkan jari-jari mungil Taemin, hanya tersenyum simpul, menganggap baby-nya itu sangat cute saat mengatakan hal itu.
“Kenapa kau berpikir begitu? Bukankah waktu itu kau pernah bilang padaku begini ‘Hyung, aku ingin cepat-cepat dewasa, aku ingin dianggap sebagai seorang pria sejati, lalu aku bisa minum soju bersamamu, juga dengan Jinki, Kibum dan Jonghyun Hyung’” tanya Minho pelan, tepat di telinga kanan Taemin, membuat lelaki mungil itu bergidik karena merasakan helaan napas Minho pada pipinya yang sudah merona sekarang.
“Yeah betul… Tapi sepertinya.. jadi orang dewasa agak menakutkan, yah kau tahu Hyung, dengan semua tekanan dan tuntutan hidup, lalu kau harus berbicara dengan orang asing lebih dulu, sesuatu yang mereka sebut bersosialisasi.. ukh.. “ Taemin menyandarkan kepalanya ke bahu Minho sembari meraup popcorn pisangnya.
“Dan juga, kau harus menyelesaikan masalahmu sendiri, dan melakukan segala sesuatunya sendiri, merasa sangat kesepian, dan aneh, rasanya…….. sangat tidak familiar. Terkadang para orang dewasa berteriak dan bahkan bertingkah laku seperti anak kecil, jadi ya lebih baik, tidak usah jadi orang dewasa saja sekalian, ya kan?” Taemin mendongakkan kepalanya, menatap mata Minho lurus-lurus, seolah bertanya-tanya apa yang akan dikatakan oleh Hyung-nya itu.
Lalu Minho mengecup bibirnya sekilas.
“Hmm, begini Taeminnie, kau tidak bisa menolak untuk jadi dewasa, begitu juga dengan aku, manusia makhluk yang selalu berubah-ubah, mereka bergerak dan terus tumbuh, walaupun tubuhmu bertambah tinggi, lengan dan tungkaimu bertambah panjang, tapi yang paling perlu untuk tumbuh itu adalah disini,” Minho meletakkan tangannya di dada Taemin. “… lalu di sini” Minho menempelkan bibirnya kepada rambut Taemin.
“Dada dan rambutku?” tanya Taemin polos, Minho langsung tertawa mendengarnya. Tawa Minho berirama, membuat Tamin ikut senang mendengarnya.
“Tentu bukan, maksudku adalah hatimu dan isi pikiranmu yang berkembang untuk menghadapi berbagai macam masalah hidup dengan kepala dingin. Karena kadang, walaupun badan luarnya tumbuh, tapi tingkah lakunya masih sama seperti anak-anak. Kau hanya harus cukup bijaksana untuk menanganinya”
“Lagipula kau kan tidak akan kesepian,” Minho menarik sudut-sudut bibirnya, tersenyum amat cemerlang, membuat Taemin ikut tersenyum lebar juga “… kau kan punya aku.”
“Well, aku juga punya Jinki Hyung, Kibum Hyung, Jonghyun Hyung, Jongin, Joon Hyung dan Jungmo Hyung kalau begitu” Taemin menahan tawanya keras-keras saat melihat ekspresi namjanya yang berubah menjadi muram. Minho menolak untuk memandang Taemin lalu melipat kedua tangannya di dada.
“Baiklah, berlindung saja di bawah lengan Hyungdeul-mu sana” ujar Minho, masih melipat wajahnya jadi beribu lipatan.
Taemin tak henti-hentinya tertawa, memang lucu sekali melihat Hyungnya yang sedang begini.
“Hyung, kau terlihat seperti anak-anak sekarang” seru Taemin. Hal yang lebih parah terjadi, Minho bangkit dari sofa, berjalan menuju ke kamarnya sendiri meninggalkan Taemin yang sedang melongo memandanginya.
Taemin mengejarnya, lalu melingkarkan kedua tangannya kepada pinggang Flaming Charisma itu, Minho menghentikan langkahnya. “Hyung, jangan marah, walaupun aku menyukai sifat cemburuanmu yang kekananakan itu tapi kalau kau marah begini aku jadi takut.” Minho menggenggam kedua tangan Taemin, lalu melepaskannya dengan hati-hati, dan berbalik. Pandangan mereka bertemu lagi.
“Sekarang aku tak takut lagi menjadi dewasa, seperti yang kau bilang tadi, I only have you, right?” kemudian Minho membawa Taemin ke dalam pelukannya lagi. Hangat.
“Hyung, ayo kita tukar, aku adalah Hyungmu dan kau adalah dongsaengku, oke? Nah sekarang Choi Minho, kau harus menggendongku sampai ke kamar!” perintah Taemin dengan suara lembutnya yang digalak-galakan,
“Arachi Hyung, aku akan menjadi dongsaengmu yang penurut” kata Minho dengan aegyo yang membuat Taemin tertawa.
Minho membawa Taemin dengan punggungnya lalu mereka memasuki kamar dengan gembira.
“Karena aku tak takut lagi jadi dewasa, besok aku akan meminta Coordy Noona untuk memotong rambutku, supaya aku menjadi pria sejati, boleh kan Hyung?”
“Andwae, kau tidak boleh memotongnya!” jawab Minho cepat.
“Waeeeeee?” tanya Taemin heran.
‘Aku menyesal bilang yang tidak-tidak kepadanya, lalu kalau dia memotong rambutnya, Taeminnie ku yang cute akan pergi, kemudian berubah menjadi laki-laki yang manly. Jadi aku bagaimana? Siapa yang akan jadi uke-nya nanti?’
Sementara Minho larut dalam pikiran konyolnya, Taemin masih menarik-narik kaosnya, meminta penjelasan lebih tentang pelarangan Minho yang kekanakkan. Hyungnya ternyata belum dewasa sepenuhnya, huh.

END

Comments

Popular Posts