FF Jo Twins : New Life Without You (part 2)
Title : New Life Without You (part 2)
Author : Cindy Martha Ayudiah (nama asli saya ^////^)
Genre : Family, sad, angst, romance
Rating : T
Cast : Jo Youngmin, Jo Kwangmin, Yoon Min Ji, Park Jung Soo, dll
Length : Part
Author P.O.V
Di rumah sakit..
Youngmin duduk di ruang tunggu tempat Kwangmin di rawat, saat ini para dokter tengah berusaha untuk menyelamatkan Kwangmin. Youngmin masih tampak terpukul dan shock dengan kejadian yang baru saja terjadi, matanya basah oleh air mata. Lututnya gemetaran, ia menyandarkan berat tubuhnya ke sandaran bangku, tak tahu harus berbuat apa lagi, selain menyesali diri dan berdoa untuk keselamatan Kwangmin. Ia hanya dapat menunggu dan menunggu seorang diri. Tak ada siapapun untuk berbagi kegalauan hatinya saat ini, orangtuanya ada di luar negri, sibuk dengan pekerjaannya, sampai – sampai lupa pada anak-anaknya sendiri.
Beberapa lama kemudian, dokter dan perawat keluar dari ruangan operasi, Youngmin mengerahkan tenaganya menghampiri mereka,
“Bagaimana adik saya dokter?”
“Jeongmal Jeosonghamnida, saudara anda tidak dapat kami selamatkan, luka di perutnya cukup dalam, ia juga kehilangan banyak darah.. Kau harus kuat menerima cobaan ini ya” kata Dokter dengan nada menyesal, lalu ia berlalu setelah meremas bahu kanan Youngmin lalu menepuk – nepuk punggungnya.
Mendengar hal itu, lutut Youngmin langsung terasa lemas, rasanya ada ribuan pisau yang menusuk – nusuk hatinya, sebagian dari dirinya telah hilang bersamanya. Butiran – butiran kristal bening berjatuhan dari kedua sudut mata Youngmin terus menerus. Ada sesuatu yang menahannya, ia membeku di depan pintu ruang operasi sambil mengepalkan tangannya, berusaha menopang tubuhnya dengan sisa kekuatannya. Otaknya memerintahkan kaki nya untuk melangkah menghampiri namdongsaengnya, tapi tubuhnya tidak mau menurut. Ia tetap diam di tempat.
“Kwangmin-ah.. Kwangie..” panggil Youngmin di sela – sela isak tangisnya.
Flashback end
Youngmin P.O.V
“Youngmin..? Youngmin-ah?? Tenanglah..”
Saat itu juga aku baru sadar kembali, aku masih berada di ruangan Jung Soo songsaenim. Sekarang ia ada di depanku, berlutut di karpet putih susu nya sambil menepuk – nepuk pundakku. Astaga apa yang terjadi padaku?? Kenapa aku begini??
Dalam keadaan setengah sadar aku menatap Jung Soo songsaenim dengan pandangan bertanya – tanya, lalu ia menjelaskan “ Tadi kau tampak melamun sendiri sambil menunduk, tiba – tiba kau menangis sambil memanggil nama Kwangmin. Seperti kehilangan kesadaran. Hmm, aku tahu ini berat karena kealin kembar dan sangat dekat tapi kau harus bisa melanjutkan hidupmu. Kalau kau begini terus Kwangmin pasti sedih melihat hyung nya seperti ini..”
Aku kembali memandangi lututku, sangat tidak nyaman ketahuan menangis tersendu – sendu seperti bayi di depan orang lain. Sepertinya Jung Soo songsaenim mengetahui isi pikiran ku. Ia menghela napas sebentar lalu berkata “ Kau boleh kembali ke kelas kalau kau mau..” katanya sambil menyodorkan sebatang coklat. “ah, itu bukan racun kok, makanlah, coklat baik untuk menghilangkan kesedihan..” lanjutnya setelah menerima pandangan bertanya – tanya dari ku. Aku menerima coklat itu, membungkuk lalu keluar dari ruangan serba putihnya.
Fashback
Youngmin P.O.V
Ia disana, di dalam ruangan itu. Kulangkahkan kedua kaki ku menuju ke arahnya, wajahnya tampak tenang. Kedua mata nya yang biasanya bersinar kini tertutup dalam damai. Aku menggenggam tangannya berusaha menahan air mataku, tapi cairan hangat itu keluar juga pada akhirnya. Kwangie.. Maafkan hyung mu ini.. Aku sungguh menyayangimu..
Youngmin P.O.V end
Author P.O.V
Di pemakaman
“Youngmin, kenapa kau tidak mengabari ayah dan ibu?? Apa kau sudah tidak menganggap kami sebagai orang tua kalian?? Hah?? Jawab aku, dan lihat aku Jo Youngmin!!” Mr Jo menggenggam tongkat nya sambil menahan marah. Tampak ada sorot kesedihan yang memancar dari kedua matanya. Istrinya, Mrs. Jo berusaha untuk memeluk Youngmin sambil menangis, tapi Youngmin menghindar. Orang – orang melihat dan berbisik membicarakan pertengkaran mereka tapi Youngmin tidak peduli.
“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apa kalian masih menganggap kami anak kandung anda? Saat kami sedang sakit, sampai rasanya ingin mati, ada dimana kalian? Saat Kwangmin, anak kandung kalian sekarat, ada dimana kalian? Kalian tidak pernah mau peduli pada kami.. Yang ada di pikiran kalian hanya uang saja, kami tak butuh itu, kami hanya butuh sedikit saja perhatian dari kalian!” Youngmin terengah – engah, air mata kebencian meleleh di pipinya. Ia memandang kedua orangtuanya itu dengan marah lalu pergi, berlari sekencang – kencangnya dari ruangan itu.
“Youngmin-ah… Youngmin…” panggil Mrs. Jo tapi Youngmin tidak menggubrisnya. Mrs. Jo hanya dapat meremas kuat – kuat tangan suaminya, tampak sangat terpukul dan menyesal dengan apa yang terjadi. Mr.Jo yang tadinya menahan marah sekarang malah membisu, ia menatap punggung Yooungmin yang mulai menjauh dari pandangannya. Pandangannya mulai mengabur, setetes air mata meluncur dari pipi nya.
“Mianhae, maafkan appa..” kata Mr. Jo dalam hati.
Flashback and
^TBC^
Sekali lagi, maaf ya kalo jadinya aneh (reader : emang dari dulu2 juga udah aneh thor!!) *nangis* gomawo banget untuk yang udah mau baca #bow komentar kalian sangat berharga untuk author, itupun kalo ada yang baca *cari tali*
Author : Cindy Martha Ayudiah (nama asli saya ^////^)
Genre : Family, sad, angst, romance
Rating : T
Cast : Jo Youngmin, Jo Kwangmin, Yoon Min Ji, Park Jung Soo, dll
Length : Part
Author P.O.V
Di rumah sakit..
Youngmin duduk di ruang tunggu tempat Kwangmin di rawat, saat ini para dokter tengah berusaha untuk menyelamatkan Kwangmin. Youngmin masih tampak terpukul dan shock dengan kejadian yang baru saja terjadi, matanya basah oleh air mata. Lututnya gemetaran, ia menyandarkan berat tubuhnya ke sandaran bangku, tak tahu harus berbuat apa lagi, selain menyesali diri dan berdoa untuk keselamatan Kwangmin. Ia hanya dapat menunggu dan menunggu seorang diri. Tak ada siapapun untuk berbagi kegalauan hatinya saat ini, orangtuanya ada di luar negri, sibuk dengan pekerjaannya, sampai – sampai lupa pada anak-anaknya sendiri.
Beberapa lama kemudian, dokter dan perawat keluar dari ruangan operasi, Youngmin mengerahkan tenaganya menghampiri mereka,
“Bagaimana adik saya dokter?”
“Jeongmal Jeosonghamnida, saudara anda tidak dapat kami selamatkan, luka di perutnya cukup dalam, ia juga kehilangan banyak darah.. Kau harus kuat menerima cobaan ini ya” kata Dokter dengan nada menyesal, lalu ia berlalu setelah meremas bahu kanan Youngmin lalu menepuk – nepuk punggungnya.
Mendengar hal itu, lutut Youngmin langsung terasa lemas, rasanya ada ribuan pisau yang menusuk – nusuk hatinya, sebagian dari dirinya telah hilang bersamanya. Butiran – butiran kristal bening berjatuhan dari kedua sudut mata Youngmin terus menerus. Ada sesuatu yang menahannya, ia membeku di depan pintu ruang operasi sambil mengepalkan tangannya, berusaha menopang tubuhnya dengan sisa kekuatannya. Otaknya memerintahkan kaki nya untuk melangkah menghampiri namdongsaengnya, tapi tubuhnya tidak mau menurut. Ia tetap diam di tempat.
“Kwangmin-ah.. Kwangie..” panggil Youngmin di sela – sela isak tangisnya.
Flashback end
Youngmin P.O.V
“Youngmin..? Youngmin-ah?? Tenanglah..”
Saat itu juga aku baru sadar kembali, aku masih berada di ruangan Jung Soo songsaenim. Sekarang ia ada di depanku, berlutut di karpet putih susu nya sambil menepuk – nepuk pundakku. Astaga apa yang terjadi padaku?? Kenapa aku begini??
Dalam keadaan setengah sadar aku menatap Jung Soo songsaenim dengan pandangan bertanya – tanya, lalu ia menjelaskan “ Tadi kau tampak melamun sendiri sambil menunduk, tiba – tiba kau menangis sambil memanggil nama Kwangmin. Seperti kehilangan kesadaran. Hmm, aku tahu ini berat karena kealin kembar dan sangat dekat tapi kau harus bisa melanjutkan hidupmu. Kalau kau begini terus Kwangmin pasti sedih melihat hyung nya seperti ini..”
Aku kembali memandangi lututku, sangat tidak nyaman ketahuan menangis tersendu – sendu seperti bayi di depan orang lain. Sepertinya Jung Soo songsaenim mengetahui isi pikiran ku. Ia menghela napas sebentar lalu berkata “ Kau boleh kembali ke kelas kalau kau mau..” katanya sambil menyodorkan sebatang coklat. “ah, itu bukan racun kok, makanlah, coklat baik untuk menghilangkan kesedihan..” lanjutnya setelah menerima pandangan bertanya – tanya dari ku. Aku menerima coklat itu, membungkuk lalu keluar dari ruangan serba putihnya.
Fashback
Youngmin P.O.V
Ia disana, di dalam ruangan itu. Kulangkahkan kedua kaki ku menuju ke arahnya, wajahnya tampak tenang. Kedua mata nya yang biasanya bersinar kini tertutup dalam damai. Aku menggenggam tangannya berusaha menahan air mataku, tapi cairan hangat itu keluar juga pada akhirnya. Kwangie.. Maafkan hyung mu ini.. Aku sungguh menyayangimu..
Youngmin P.O.V end
Author P.O.V
Di pemakaman
“Youngmin, kenapa kau tidak mengabari ayah dan ibu?? Apa kau sudah tidak menganggap kami sebagai orang tua kalian?? Hah?? Jawab aku, dan lihat aku Jo Youngmin!!” Mr Jo menggenggam tongkat nya sambil menahan marah. Tampak ada sorot kesedihan yang memancar dari kedua matanya. Istrinya, Mrs. Jo berusaha untuk memeluk Youngmin sambil menangis, tapi Youngmin menghindar. Orang – orang melihat dan berbisik membicarakan pertengkaran mereka tapi Youngmin tidak peduli.
“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, apa kalian masih menganggap kami anak kandung anda? Saat kami sedang sakit, sampai rasanya ingin mati, ada dimana kalian? Saat Kwangmin, anak kandung kalian sekarat, ada dimana kalian? Kalian tidak pernah mau peduli pada kami.. Yang ada di pikiran kalian hanya uang saja, kami tak butuh itu, kami hanya butuh sedikit saja perhatian dari kalian!” Youngmin terengah – engah, air mata kebencian meleleh di pipinya. Ia memandang kedua orangtuanya itu dengan marah lalu pergi, berlari sekencang – kencangnya dari ruangan itu.
“Youngmin-ah… Youngmin…” panggil Mrs. Jo tapi Youngmin tidak menggubrisnya. Mrs. Jo hanya dapat meremas kuat – kuat tangan suaminya, tampak sangat terpukul dan menyesal dengan apa yang terjadi. Mr.Jo yang tadinya menahan marah sekarang malah membisu, ia menatap punggung Yooungmin yang mulai menjauh dari pandangannya. Pandangannya mulai mengabur, setetes air mata meluncur dari pipi nya.
“Mianhae, maafkan appa..” kata Mr. Jo dalam hati.
Flashback and
^TBC^
Sekali lagi, maaf ya kalo jadinya aneh (reader : emang dari dulu2 juga udah aneh thor!!) *nangis* gomawo banget untuk yang udah mau baca #bow komentar kalian sangat berharga untuk author, itupun kalo ada yang baca *cari tali*



Yg part 3 mn thor ?
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
Deleteini aku lupa kalo udah sampe part 3 :) lupa di post di blog.. maaf ya.. ini udah ada kok part 3 nya
Delete