FF Choi Minho : Melody in our heart (Oneshoot)


Title : Melody in our heart
Author : Flo 1412
Genre : Romance
Cast : Choi Minho, Park Eun ji
Length : Oneshoot

Happy reading..!!

Eun ji melangkah sepelan mungkin, lebih tepatnya ia tengah mengendap – endap berjalan menuju ruang musik. Ia menggigit bibir bawahnya pelan, memandang waspada ke arah kiri dan kanan. Sebenarnya bel pulang sekolah telah lama berlalu, namun tidak ada salahnya berjaga – jaga.

Karena peraturan di sekolahnya amat ketat. Tidak ada orang yang boleh memasuki ruang musik selain orang – orang yang berekskul musik. Sedangkan Eun ji bukan, bukannya tidak mau, tapi ekskul musik termasuk ekskul special dan hanya untuk orang – orang tertentu saja. Ini memang tidak adil. Tapi mau tak mau, ia harus menerima kenyataan, bahwa ia bukan bagian dari mereka, namun keinginannya untuk memainkan piano super bagus milik sekolahnya itu, tidak bisa di pendam lagi.

Pintu kayu besar di hadapannya menjulang tinggi di depannya, jantung nya berdegup dengan keras. Ahjussi penjaga sekolah yang bertugas mengunci seluruh ruangan di sekolah ini telah ia sogok, ia menawarkan diri untuk bekerja menggantikannya mengunci seluruh pintu di sekolah selama 2 minggu.

Jemari – jemari kecil Eun ji menggenggam kenop dingin pintu itu, memutarnya, lalu mendorong pintu itu ke dalam. Eun ji hanya dapat ternganga melihat isi ruang musik itu, sungguh elit! Hampir semua macam alat musik ada di sana, mulai dari biola, saxophone, clarinet, gitar listrik, gitar akustik, drum, bass, dan masih banyak lagi. Dari kesemua alat – alat itu, perhatian Eun ji tertuju pada piano di sudut kiri ruangan, Tampak begitu indah dalam warna hitam mengkilatnya.

Tak lama kemudian, Eun ji sudah duduk di depan piano itu, masih terkesima akan keindahannya, lalu ia membuka tutupnya, memperlihatkan tuts – tutsnya yang berwarna hitam putih. Ia mulai menekan salah satu tutus piano itu, sehingga menimbulkan suara yang terdengar ramah di telinganya. Eun ji meneruskan permainan pianonya, lagu Twinkle Twinkle Little Star ia selesaikan sampai selesai. Perasaan yang telah lama ia rindukan, masa – masa ia masih bisa bermain piano sesuka hatinya di rumahnya. Ia merindukan suara dentingan ini, tekstur tuts – tuts pianonya, bahkan Eun ji bisa mencium aromanya.

Eun ji memejamkan matanya, kenangan – kenangan semasa kecil terlintas samar – samar dalam benaknya. Appa nya duduk disampingnya, ikut memainkan piano dengan wajah gembira. Waktu itu, Eun ji belum terlalu mahir bermain piano, jadi dia bermain berdua bersama Appanya. Eommanya ikut berdiri di sampingnya, bernyanyi dengan suaranya yang lembut dan merdu. Hanya kenangan itu yang mampu Eun ji ingat tentang kedua orang tuanya, kenangan itu terus ia ulang dalam ingatannya. Tak terasa air mata mengalir menuruni pipi mulusnya. Lagu twinkle twinkle little star masih terus terdengar.

“Appa dan Eomma pasti sudah bahagia di surga, aku tidak boleh membuat mereka kembali bersedih..” kata Eun ji dalam hati.

Kemudian ia membuka kedua matanya, saat ia menoleh ke samping tempat duduknya, ia hampir melompat karena kaget. Seorang namja tinggi tengah menatapnya dengan pandangan teduh, lalu ia tersenyum tipis. Mata bulatnya merasuki mata Eun ji dengan pesonanya. Namja tampan yang bisa melelehkan hati setiap yeoja yang menatap matanya seperti ini.

“Sedang apa kau disini??” katanya dengan suara tenangnya. Eun ji yang baru tersadar bahwa ia baru saja kepergok melanggar peraturan sekolahnya plus mennangis di depan orang asing ini. Sungguh memalukan. Ia pasti bagian dari kalangan elit di sekolahnya ini. Tapi Eun ji juga tak yakin, karena ekskul musik sudah berakhir siang tadi. Eun ji menunggu mereka selesai, baru ia berani masuk kesini. Tapi namja ini?? Sepertinya baru kali ini aku melihatnya.

“A..Aku..” tak ada alasan yang terlintas di pikiran Eun ji. Ia hanya bisa menggerak – gerakan matanya, lalu pandangannya tertuju pada pintu keluar, bermaksud untuk kabur. 1..2…3… Eun ji melesat berlari sekuat tenaga, berharap namja itu tidak mengenalinya dan mengejarnya.

Terengah – engah, Eun ji memperlambat larinya, lalu akhirnya berhenti di sebuah taman dekat rumahnya. Pikirannya kalut. Ia takut namja tadi mengenalinya, lalu melaporkannya kepada songsaenim. Lalu ia memutuskan untuk duduk sebentar di ayunan di taman itu. Tidak ada seorangpun disana, jadi Eun ji cukup leluasa untuk melamun.

Keesokkan harinya..

Eun Ji berjalan dengan langkah lambat menuju ke sekolahnya, semalaman ia tidak tidur, ia bertekad akan mencari tau namja itu, lalu akan menutup mulutnya dengan cara apapun, karena hukuman sekolahnya terkenal amat berat. Sekolah masih amat sepi, wajar saja ini masih jam setengah 6 pagi, Eun ji menghela napasnya lalu menuju ke kelasnya di lantai 2 dengan tampang mengantuk.

“Hei~!! Kau yang disana..!! “ merasa terpanggil, Eun ji menengok ke arah sumber suara dan terkejut dengan siapa yang memanggilnya. Namja tampan itu!! Ia berlari kecil mengahmpiri Eun ji.

“Kenapa kemarin lari dari aku??” Kebetulan sekali, ia jadi tak usah repot mencari namja ini.

“Aku takut kau melaporkan aku. Makanya sekarang aku bermaksud untuk membujuk mu untuk tidak mengadukan aku kepada songsaenim. Aku akan melakukan apa saja yang kau mua, asal jangan adukan aku..”

Namja itu hanya diam, memandangi Eun ji dengan pandangan teduhnya, membuat Eun ji salah tingkah. “Aku tak butuh apa – apa dari mu, dan aku tidak akan melaporkan mu..” katanya masih dengan gaya cool nya, “tapi…”

“Tapi apa???” tanya Eun ji. “Kau harus menjadi temanku..” Katanya sambil tersenyum. Senyum yang membuat Eun ji meleleh. “Joa.. Aku setuju, kalau itu sih gampang..” kata Eun Ji sambil tersenyum bersamanya.

“Langkah pertama menjadi teman adalah berkenalan.. Annyeong namaku Park Eun ji.. Bangapseumnida..” Eun ji menyodorkan tangan kanannya, dan namja itu menyambut tangan Eun ji. “Aku Choi Minho.. Nado..”

6 bulan kemudian..

“Eun ji.. ???” panggil Minho ketika mereka tengah duduk di bangku yang sama dengan 6 bulan yang lalu.

“Hmm..?? ada apa Minho..??” Kata Eun ji sambil memainkan rambut lurusnya. Minho hanya memandang Eun ji dalam, Eun ji langsung berhenti dari kegiatannya lalu memandang lurus kearah Minho.

“Jangan kaget..” kata Minho singkat. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajah Eun Ji. Bibir Minho mengecup lembut bibir Eun Ji. Eun Ji sempat terkejut, tapi lalu dia menutup matanya. Tak bisa di pungkiri bahwa ia menyukai Minho, mencintai namja di hadapannya ini, yang telah mengisi kekosongan hari – harinya selama ini dengan kehadirannya, dengan senyuman lembutnya, dan perhatiannya.

“Saranghae..” bisik Minho tepat di telinga kanan Eun ji.

“Nado..”

“1…2…3… “ gumam Eun Ji, memberi aba – aba pada Minho yang duduk di sampingnya, tempat pertama kali mereka bertemu di ruangan musik. Di hadapan mereka berdiri kokoh piano hitam mengkilat, siap untuk dimainkan. Dentingan piano mulai terdengar dengan harmonis, mengisi setiap sudut di ruangan. Sesekali Eun ji melirik Minho, begitu pun sebaliknya, mereka saling melempar senyuman. Lagu pertama di mulai dengan Love Song.. <3

Comments

Popular Posts